Ini Alasan Value Investor Borong Saham China (BABA dan JD) di Awal 2026

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC IndonesiaWarren Buffett mengajarkan prinsip dasar investasi nilai:"Price is what you pay. Value is what you get."Di tahun 2026, pasar saham China, khususnya sektor teknologi yang terdaftar di NYSE/Nasdaq (ADR), menyajikan anomali pasar terbesar dalam satu dekade terakhir.

Secara psikologis, pasar saat ini sedang mengalami "depresi penilaian". Ketakutan pasar akan regulasi masa lalu dan ketegangan geopolitik telah menekan harga aset-aset "Blue Chip" Asia ini ke level yang tidak rasional secara fundamental. Bayangkan jika Anda bisa membeli mesin pencetak uang sekelas Amazon atau Google, namun dengan diskon 50-70% dari nilai wajarnya.

Inilah situasi riil yang terjadi pada Alibaba (BABA) dan JD.com (JD). Bagi investor profesional, volatilitas yang didorong oleh ketakutan adalah peluang. Ini bukan waktunya untuk menjauh, melainkan waktunya untuk menerapkan strategi contrarian, yakni membeli saat orang lain menjual, asalkan fundamental bisnis tetap solid.

Seberapa Murah Saham China Dibandingkan Peers di AS?

Jawabannya:Sangat murah secara historis dan relatif.Kesenjangan valuasi (Valuation Gap) antara teknologi China dan AS telah melebar ke titik ekstrem, menciptakan peluang arbitrase valuasi bagi investor global.

Mari kita bandingkan menggunakan metrik valuasi standar industri:

Metrik Valuasi

Amazon (AMZN) - AS

Alibaba (BABA) - China

JD.com (JD) - China

Analisis Value Investing

P/E Ratio

Tinggi (>40x)

Rendah (8x - 12x)

Moderat (~10x)

BABA menawarkan earnings yield hampir 10%, angka yang sangat langka untuk perusahaan teknologi raksasa.

P/S Ratio

Premium (>3x)

Diskon (~1.5x)

Diskon Ekstrem (

Pasar menilai bisnis JD kurang dari setengah total pendapatan tahunannya.

Arus Kas Bebas

Kuat

Sangat Kuat

Stabil

BABA memiliki tumpukan kas (cash pile) masif yang digunakan untuk aggressive buyback.

Katalis Makro: Kebijakan 'New Productive Forces'

Mengapa momentum ini terjadi di 2026? Salah satu pendorong utamanya adalah perubahan arah kebijakan ekonomi Beijing. Setelah menertibkan sektor teknologi pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah China kini beralih mendukung sektor ini di bawah payung kebijakan "New Productive Forces".

Kebijakan ini memprioritaskan inovasi teknologi tinggi, seperti AI, Cloud Computing, dan logistik canggih, sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru menggantikan sektor properti yang melambat. Artinya, angin sakal (hambatan regulasi) yang menekan saham BABA dan JD di masa lalu, kini telah berubah menjadi angin buritan (dukungan kebijakan) yang akan mendorong pertumbuhan laba mereka ke depan.

Mengapa JD.com (JD) Menjadi Pilihan "Aset Nyata"?

JD.com menawarkan proposisi nilai yang unik dan sering diabaikan:Perlindungan Aset Fisik.

Berbeda dengan Alibaba atau PDD yang model bisnisnya cenderung asset-light (hanya aplikasi perantara), JD.com adalah "Amazon-nya China" dalam arti sebenarnya. Mereka memiliki jaringan logistik terintegrasi, ribuan gudang, dan armada pengiriman sendiri yang mencakup hampir seluruh wilayah China.

  • The Moat (Parit Ekonomi): Infrastruktur fisik ini membutuhkan modal puluhan miliar dolar dan waktu bertahun-tahun untuk ditiru. Ini adalah barier masuk yang sangat tinggi bagi kompetitor baru.
  • Downside Protection: Dalam skenario terburuk pasar saham, nilai properti riil (tanah, gudang, armada) JD.com memberikan jaring pengaman bagi harga sahamnya. Dengan rasio Price-to-Sales di bawah 0.5x, investor pada dasarnya mendapatkan bisnis logistik raksasa ini secara "gratis" saat membeli sahamnya, hanya membayar untuk nilai kas dan inventarisnya.

Mengapa Alibaba (BABA) Adalah "Cash Flow King"?

Tesis investasi untuk Alibaba sangat sederhana:Arus Kas Bebas (Free Cash Flow/FCF) dan Potensi AI.

Meskipun pertumbuhan pendapatan (top-line) melambat dibandingkan era awalnya, Alibaba telah bertransformasi menjadiCash Cowyang sangat efisien. Bisnis inti Taobao dan Tmall menghasilkan margin tinggi yang tidak membutuhkan banyak belanja modal (Capex).

  • Share Buyback: Manajemen BABA secara agresif menggunakan tumpukan kas ini untuk membeli kembali saham mereka dari pasar. Ini secara otomatis meningkatkan laba per saham (EPS) bagi investor yang bertahan tanpa harus mengeluarkan uang tambahan.
  • Katalis AI: Jangan lupakan Alibaba Cloud. Divisi ini adalah infrastruktur utama bagi revolusi AI di China. Dengan keterbatasan akses ke teknologi chip Barat, perusahaan China bergantung pada penyedia cloud domestik untuk melatih model AI mereka. Ini memberikan Alibaba opsi pertumbuhan baru (call option) yang belum sepenuhnya dihargai oleh pasar saat ini.

Validasi Pasar: Efek Domino Buyback $5 Miliar Baidu

Tesis bahwa "Saham Teknologi China sedang diskon besar" baru saja mendapatkan stempel validasi terkuat dari pasar. Bukan hanya Alibaba dan JD yang merasa saham mereka murah, rekan sejawat mereka pun berpikiran sama.

Baidu (BIDU), raksasa mesin pencari China, baru saja mengumumkan peluncuranprogram pembelian kembali saham(share buyback) baru senilai $5 Miliardan pembagian dividen untuk pertama kalinya.

Mengapa berita Baidu ini penting bagi investor BABA dan JD?

  1. Konfirmasi Sektoral: Ini menunjukkan bahwa C-Level Executives (CEO/CFO) di seluruh sektor teknologi China sepakat bahwa pasar menghargai perusahaan mereka terlalu rendah.
  2. Lantai Harga (Price Floor): Aksi korporasi masif dari pemain besar seperti Alibaba dan Baidu menciptakan "lantai harga" psikologis. Sulit bagi harga saham untuk jatuh lebih dalam ketika perusahaan itu sendiri siap menampung sahamnya dengan miliaran dolar uang tunai.
  3. Tren 'Shareholder Friendly': Keputusan Baidu untuk membagikan dividen perdana memperkuat narasi bahwa perusahaan teknologi China kini telah berevolusi dari fase "bakar uang untuk pertumbuhan" menjadi fase "mengembalikan keuntungan kepada pemegang saham" (return of capital).

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Setiap investasi mengandung risiko. Untuk saham China, investor perlu mewaspadai dua hal utama:

  1. Risiko Geopolitik: Ketegangan dagang antara AS dan China dapat memicu volatilitas jangka pendek, meskipun risiko delisting massal telah jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
  2. Pemulihan Konsumsi: Pertumbuhan BABA dan JD sangat bergantung pada daya beli kelas menengah China. Jika pemulihan ekonomi domestik berjalan lebih lambat dari prediksi, pertumbuhan laba bisa terhambat.
    Oleh karena itu, diversifikasi dan manajemen posisi (position sizing) tetap krusial.

Cara Menemukan & Membeli Saham Undervalued di Pluang

Investor profesional membutuhkan alat yang efisien untuk menyaring kebisingan pasar dan menemukan permata tersembunyi ini. Berikut langkah strategis menggunakan ekosistemPluang:

1. Screening dengan Smart Screeners

Jangan mencari jarum di tumpukan jerami secara manual.

  • Buka menu US Stocks di aplikasi Pluang.
  • Pilih fitur Smart Screeners.
  • Gunakan Preset "Undervalued Opportunities". Algoritma ini secara otomatis menyaring saham (termasuk ADR China) yang memiliki fundamental profitabel namun rasio P/E atau P/B rendah.

2. Validasi Kualitas dengan Aura AI

Pastikan saham tersebut murah bukan karena akan bangkrut (Value Trap).

  • Buka halaman aset (misal: BABA).
  • Klik logo Aura AI.
  • Cek "Institutional Insight": Apakah dana pensiun atau hedge fund besar mulai mengakumulasi? Jika ya, ini sinyal positif bahwa "Smart Money" melihat nilai yang sama.
  • Cek "Fundamental Insight": Pastikan skor kesehatan neraca kuat dan margin profit tetap hijau.

3. Eksekusi Bertahap (DCA)

Mengingat volatilitas tinggi pada saham China:

  • Gunakan strategi Dollar Cost Averaging.
  • Manfaatkan fitur USD Yield untuk memarkir dana "wait and see" Anda. Di Pluang Plus, saldo USD menganggur Anda menghasilkan 3.38% p.a., memberikan imbal hasil sembari menunggu sinyal teknikal (seperti Golden Cross) muncul untuk masuk pasar.

'Salah Harga' Memunculkan Peluang

Pasar saat ini sedang memberikan "salah harga" pada aset teknologi China. Ketakutan jangka pendek telah menutupi nilai fundamental jangka panjang yang solid.

Kombinasi valuasi murah, dukungan kebijakan pemerintah China di tahun 2026, dan posisi dominan perusahaan seperti Alibaba dan JD.com menciptakan peluangrisk-rewardyang sangat asimetris. Gunakan Smart Screeners untuk menemukan peluang ini, danAura AIuntuk memvalidasi keputusan Anda. Jadilah investor yang melihat nilai (value) ketika orang lain hanya melihat harga.

Disclaimer: Segala analisis atau rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |