Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Herman Saheruddin mengungkapkan tiga instrumen investasi aman yang bisa menjadi pilihan masyarakat, yakni Surat Berharga Negara (SBN), emas, dan deposito. Instrumen investasi ini merupakan pilihan aman, karena diterbitkan dan dijamin oleh negara.
"Jadi surat berharga ini kenapa diterbitkan? Tadi kan sudah disampaikan bahwa Kementerian Keuangan tuh tugasnya sebagai bendahara. Jadi untuk menjalankan pembangunan di suatu negara kan perlu pendapatan," ujar Herman dalam Lampung Financial Festival, Minggu (6/9/2026).
Dia menambahkan salah satu cara untuk membiayai kelebihan kebutuhan belanja negara, yakni dengan menerbitkan SBN. Dengan membeli atau berinvestasi pada SBN maka membantu membangun negeri.
"Misalnya ada pelabuhan yang dibangun di Papua, nah itu juga salah satunya adalah dari kontribusi penerbitan SBN gitu," ujarnya.
Herman menegaskan SBN adalah instrumen investasi yang aman karena diterbitkan dan dijamin oleh negara.
"Negara kita termasuk investment grade. Investment grade itu artinya negara lain di dunia itu memandang negara kita aman, bisa bayar utang," tambahnya.
Berdasarkan credit rating Standard & Poor's mempertahankan rating Indonesia di BBB dengan outlook stable. Artinya SBN adalah instrumen yang aman.
"Jadi kalau mau yang aman bisa emas, bisa SBN atau tadi tabungan atau deposito di bank. Kalau di bank karena dijamin oleh LPS," kata dia.
Sementara emas, merupakan salah satu pilihan aset lindung nilai yang banyak dipilih. Chief Marketing Officer Raja Emas Indonesia M. Rahmat mengungkapkan kiat-kiat penting dalam berinvestasi emas sebagai aset pilihan di masa depan. Dia mengatakan fungsi utama emas bukan hanya investasi, melainkan aset safe haven, yang bisa melindungi aset dari nilai inflasi.
"Jadi emas memiliki dua fungsi, pertama safe haven asset, kedua alat investasi," ujarnya.
Dia mengingatkan investasi emas berbeda dari trading dan bukan menghasilkan keuntungan yang cepat. Paling tidak, untuk mendapatkan keuntungan dari investasi emas harus disimpan minimal 3 tahun atau untuk jangka menengah-panjang.
"Konsep dasar dari emas itu adalah safe haven asset. Jadi pelindung aset kita. Tapi paling tidak kalau berdasarkan historikal, terutama di tahun 2025 kemarin, kenaikan harga emas itu mencapai 60%," ujar Rahmat.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
4
















































