Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara di kawasan terkait dugaan rencana pendudukan salah satu pulau milik Teheran. Hal ini muncul di tengah meningkatnya tensi dengan Amerika Serikat (AS).
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan pihaknya telah menerima laporan intelijen yang menunjukkan adanya rencana dari "musuh Iran" untuk menduduki pulau tersebut dengan dukungan negara regional yang tidak disebutkan.
Ia menegaskan, setiap upaya tersebut akan dibalas dengan serangan langsung ke target strategis negara yang terlibat.
"Pasukan Iran memantau pergerakan musuh, dan jika mereka mengambil langkah apa un, kami akan menyerang infrastruktur vital di negara regional tersebut dengan serangan terus-menerus dan tanpa henti," ujar Ghalibaf dalam unggahan di media sosial, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (26/3/2026).
Beberapa analis di Iran menduga peringatan Ghalibaf mengarah pada Uni Emirat Arab, yang ditengarai dapat mendukung operasi tersebut bersama AS.
Peringatan ini muncul di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim Washington tengah bernegosiasi dengan Iran untuk mengakhiri konflik. Namun klaim tersebut dibantah oleh Teheran.
Di sisi lain, Gedung Putih justru melontarkan ancaman baru. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan Iran harus menerima kekalahan.
"Jika Iran gagal menerima kenyataan saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya," kata Leavitt.
"Presiden Trump tidak main-main, dan dia siap untuk melancarkan serangan dahsyat," imbuhnya.
Ketegangan meningkat seiring langkah Pentagon mengirim tambahan ribuan pasukan ke kawasan Teluk. Sekitar 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS dilaporkan dikerahkan, ditambah dua kontingen Marinir yang tengah menuju wilayah tersebut menggunakan kapal serbu amfibi.
Laporan dari Teheran menyebutkan Iran mencermati peningkatan aktivitas militer AS, termasuk pergerakan kapal perang. Sejumlah pihak meyakini target potensial adalah Pulau Kharg, fasilitas penting ekspor minyak Iran.
Sumber militer Iran yang dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim juga menyatakan Teheran siap membuka front baru jika terjadi serangan, termasuk di Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran strategis antara Yaman dan Djibouti.
Sumber tersebut menyebut Iran memiliki kemampuan menciptakan "ancaman kredibel" di kawasan itu, bahkan melibatkan kelompok sekutu seperti Houthi di Yaman jika diperlukan.
(tfa/luc)
Addsource on Google

1 hour ago
2
















































