Sampoerna Academy Rayakan Lunar New Year Melalui Donasi dari Pertunjukan Teater “Mulan". Waspada/ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Dalam perayaan Lunar New Year tahun ini, Sampoerna Academy, pelopor pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics) dan sekolah multikultural, mengambil langkah nyata membangun generasi pemimpin berempati dan peduli terhadap sesama.
Bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 Februari, Sampoerna Academy tidak hanya merayakan keberagaman budaya, tetapi juga menghadirkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan donasi yang terkumpul dari pertunjukan teater “Mulan: An Inspired Adaptation” kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Surabaya.
Pertunjukan teater ini tidak hanya menjadi panggung apresiasi bakat dan hasil pembelajaran siswa, tetapi juga menghadirkan makna yang lebih luas melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial. Untuk memperluas dukungan terhadap anak-anak pejuang kanker, sebagian hasil penjualan tiket didonasikan kepada YKAKI Cabang Surabaya sebagai wujud komitmen Sampoerna Academy dalam memastikan bahwa perayaan ini tidak berhenti pada selebrasi semata, melainkan turut menghadirkan harapan dan dukungan nyata, sekaligus menumbuhkan generasi yang berprestasi, berempati, dan bertanggung jawab secara sosial.
“Kami sangat terharu atas kepedulian Sampoerna Academy terhadap anak-anak pejuang kanker di YKAKI Cabang Surabaya. Kami juga merasa senang dan bangga menyaksikan penampilan luar biasa yang dibawakan oleh siswa-siswi Sampoerna Academy Surabaya. Semoga siswa-siswi Sampoerna Academy senantiasa meraih kesuksesan dan tumbuh menjadi generasi pemimpin yang berkarakter, peduli, serta mampu membawa dampak positif bagi sesama, khususnya bagi anak-anak pejuang kanker yang sedang berjuang untuk sembuh,”ujar Perwakilan YKAKI Cabang Surabaya, Susi Khomariya.
Melalui inisiatif ini, para siswa belajar langsung bahwa kepedulian bukan sekadar konsep di dalam kelas, melainkan nilai kehidupan yang harus dipraktikkan secara nyata. Sampoerna Academy meyakini bahwa setiap perjuangan layak dihormati, dan keberanian sejati tercermin ketika generasi pemimpin masa depan memilih untuk peduli dan berdiri bersama sesama di sekitarnya.
“Ketika kami menjelaskan kepada para siswa bahwa ada anak-anak lain yang tengah berjuang melawan kanker dan mungkin tidak memiliki kesempatan yang sama seperti mereka, perspektif mereka pun berubah. Mereka terdorong untuk berbagi kegembiraan dan harapan melalui pertunjukan teater yang kami hadirkan. Inisiatif sosial ini juga sejalan dengan nilai IGNITE (Integrity, Growth Mindset, Nobility, Innovation, Team Work, Excellence) yang kami terapkan, khususnya Nobility (Budi Luhur) dan Integrity (Integritas),” ucap National Principal Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon, Maharsi Palupining Rini.
“Pada akhirnya, kami ingin membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang peka, berempati, dan bertanggung jawab secara sosial,” tambahnya.
Acara Lunar New Year rutin diselenggarakan setiap tahun secara serentak di seluruh kampus, sebagai bagian dalam pembelajaran bahasa Mandarin yang termasuk dalam program trilingual (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin) di Sampoerna Academy. Program ini melatih siswa agar mampu berkomunikasi secara global, memahami budaya, serta mengasah keterampilan lintas budaya. Sehingga, membentuk pemimpin yang tidak hanya terampil, tapi juga berempati di tengah situasi yang penuh tantangan.
Selama Lunar New Year berlangsung, beberapa kegiatan dihadirkan oleh siswa-siswi Sampoerna Academy meliputi pertunjukan siswa, stan dan lokakarya budaya, serta bazaar. Tahun ini, di Sampoerna Academy Surabaya, pertunjukan teater berskala besar diadakan dengan melibatkan 450 siswa untuk tampil di depan panggung sebagai bagian dari pembelajaran holistik yang menanamkan nilai ketangguhan, empati, dan keberanian.
Mulai dari belajar menghafalkan dialog, menyempurnakan koreografi, mengelola waktu antara sekolah dan latihan, berani membuat kesalahan, hingga akhirnya bangkit kembali. Lebih dari itu, para siswa juga belajar membangun kolaborasi yang sehat dengan teman-teman dari berbagai kelas dan latar belakang.
Kisah “Mulan” yang dihadirkan juga merefleksikan nilai-nilai utama yang selaras dengan simbolisme Tahun Kuda Api: keberanian dalam mengambil keputusan sulit; ketangguhan untuk bertahan dan bangkit dari kegagalan; kepemimpinan yang penuh semangat; serta kemandirian dalam menentukan jalan hidup. Inilah makna perayaan Lunar New Year yang ingin dihadirkan oleh Sampoerna Academy, di mana bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga sebagai media pembelajaran nilai dan karakter siswa itu sendiri yang akan berguna bagi masa depannya.
“Kami berharap melalui acara ini, para siswa tidak hanya menampilkan kemampuan mereka di atas panggung, tetapi juga benar-benar menghayati nilai-nilai universal seperti gotong royong, empati, serta penghargaan terhadap keberagaman. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik saja, melainkan tentang membentuk manusia yang berani, resilien dalam menghadapi tantangan, memiliki empati terhadap sesama, dan siap melangkah di tengah dunia global dengan kepala tegak serta hati yang penuh percaya diri,” tutup Palupi. (id128)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































