Jakarta, CNBC Indonesia - Setidaknya 15 orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon. Delapan korban di antaranya, termasuk dua anak-anak, tewas akibat tiga serangan pesawat tak berawak Israel di jalan raya utama yang menghubungkan Beirut dengan Lebanon selatan.
Foto yang dirilis Kantor Berita Nasional Lebanon memperlihatkan sejumlah kendaraan yang menjadi sasaran serangan di wilayah Jiyeh, sekitar 20 kilometer di selatan Beirut, mengalami kerusakan parah. Mobil-mobil tersebut tampak hangus dan hancur akibat ledakan.
Zeina Khodr dari Al Jazeera, yang melaporkan dari kota Tyre di Lebanon selatan, mengatakan situasi konflik terus meningkat dan semakin banyak memakan korban sipil.
"Ini adalah konflik yang menelan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil yang tinggal di daerah-daerah ini," katanya dikutip dari aljazeera, Kamis (14/5/2026).
Lebanon dan Israel diperkirakan akan mengadakan putaran baru negosiasi langsung di Washington pada Kamis waktu setempat dengan mediasi Amerika Serikat.
Namun, Hezbollah yang telah melancarkan serangan ke Israel utara dan pasukan Israel yang telah memasuki dan menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan, menyatakan menentang negosiasi di AS.
Foto: Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel terhadap sebuah mobil di daerah Jiyeh, selatan Beirut, Lebanon, Rabu (13/5/2026). (AFP/FADEL ITANI)
Pada Rabu pagi, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi paksa bagi penduduk Meiss el-Jabal, Yanouh, Burj Shemali, Hula, Debl, dan Aabbasiyyeh, memperingatkan bahwa mereka akan segera bertindak terhadap enam desa di Lebanon selatan ini secara "paksa".
Siapa pun yang tetap tinggal "membahayakan nyawa mereka," kata militer, memperingatkan penduduk untuk pindah setidaknya 1.000 meter (0,6 mil) ke "area terbuka".
Setelah putaran baru perintah pengungsian paksa ini, yang telah terjadi hampir setiap hari dalam seminggu terakhir, Khodr dari Al Jazeera mengatakan bahwa salah satu dari sedikit rumah sakit yang tersisa di daerah tersebut berada di zona pengungsian.
"Hanya ada tiga yang tersisa di seluruh distrik Tyre, dan masih ada orang yang tinggal di sini. Setidaknya 100.000 orang masih tinggal di sini," katanya.
Sehari sebelumnya yakni Selasa, sedikitnya 13 orang juga dilaporkan tewas dalam serangan di sejumlah kota di Lebanon selatan. Dua korban di antaranya merupakan paramedis Pertahanan Sipil Lebanon, yakni Hussein Jaber dan Ahmad Noura, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu melaporkan setidaknya 512 orang telah tewas selama periode gencatan senjata. Dengan demikian, total korban tewas sejak invasi dan pemboman Israel dimulai pada 2 Maret mencapai 2.896 orang.
(ven/wur)
Addsource on Google

6 hours ago
3

















































