Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
03 April 2026 15:00
Jakarta, CNBC Indonesia- Ekspor Indonesia ke Belgia sepanjang 2025 mencatatkan lonjakan yang kuat.
Nilai pengiriman mencapai US$1,905 miliar, tumbuh 20,48% secara tahunan. Angka ini menempatkan Belgia sebagai salah satu pasar dengan ekspansi tercepat bagi produk Indonesia di Eropa dalam periode tersebut.
Melansir dari satudata Kemendag, kenaikan terjadi merata di berbagai kelompok barang, dengan dorongan utama berasal dari komoditas manufaktur dan berbasis sumber daya.
Produk bernilai besar masih didominasi oleh barang konsumsi dan manufaktur padat karya, sementara lonjakan pertumbuhan datang dari sektor yang lebih spesifik, termasuk kimia dan farmasi. Membuat kinerja ekspor ke Belgia tidak bergantung pada satu sektor saja, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan permintaan.
Dari sisi nilai, alas kaki menjadi komoditas utama dengan ekspor mencapai US$431,19 juta. Kinerja ini tumbuh 22,03% dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi kedua ditempati kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar US$305,13 juta dengan lonjakan 158,11%.
Besi dan baja menyusul di angka US$275,46 juta dengan pertumbuhan 121,18%. Tiga kelompok ini membentuk inti ekspor Indonesia ke Belgia, mencerminkan kombinasi antara industri pengolahan dan komoditas berbasis sumber daya.
Di bawahnya, bahan bakar mineral mencatat nilai US$91,10 juta dengan pertumbuhan 18,21%. Mesin dan perlengkapan elektrik mencapai US$78,02 juta dengan kenaikan 95,99%. Barang dari kulit berada di US$77,72 juta dengan pertumbuhan lebih terbatas sebesar 5,67%. Pakaian non-rajut, furnitur, timah, serta mesin mekanis juga mengisi daftar sepuluh besar dengan nilai berkisar US$54 juta hingga US$68 juta. Sebagian besar tetap tumbuh positif, dengan variasi laju ekspansi antar sektor.
Sementara itu, sisi pertumbuhan memperlihatkan dinamika yang berbeda.
Kelompok bahan anyaman nabati mencatat lonjakan tertinggi hingga 4.284,68%, meskipun nilainya masih kecil di US$0,0347 juta.
Produk farmasi mengikuti dengan kenaikan 4.035,97% dan nilai US$1,30 juta. Lemak dan minyak hewani maupun nabati tumbuh 1.069,70% dengan nilai US$14,21 juta. Angka-angka ini menggambarkan adanya ekspansi tajam dari basis yang sebelumnya relatif rendah.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada produk tekstil tertentu seperti kain kempa dan bukan tenunan yang tumbuh 778,67%.
Aneka produk kimia meningkat 515,73% dengan nilai US$19,41 juta. Bijih logam naik 393,51%, sementara jam dan arloji melonjak 328,02%. Produk hewani lainnya, mainan, serta buah-buahan juga mencatat pertumbuhan di atas 200%.
Pola ini mengindikasikan adanya perluasan jenis barang yang diterima pasar Belgia. Produk bernilai kecil mulai masuk dan berkembang cepat, membuka ruang diversifikasi ekspor.
Dengan pertumbuhan tinggi pada komoditas bernilai kecil, ada indikasi terbentuknya permintaan baru yang berpotensi naik kelas dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, komoditas bernilai besar tetap menjadi penopang utama arus devisa.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google

4 hours ago
2
















































