Kehadiran DSI Tidak Akan Ganggu Kepastian Pasar Ekspor

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director, Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury menegaskan, bahwa kehadiran PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tidak akan mengganggu kepastian pasar maupun ekosistem perdagangan komoditas. Dalam hal ini, DSI tetap menghormati kontrak dan kesepakatan perdagangan yang telah dibuat eksportir dengan pembeli, termasuk untuk kontrak pengadaan komoditas pada 2027.

Pada dasarnya, fokus awal DSI sesuai dengan mandat utama dari Presiden Prabowo Subianto, yakni memastikan bahwa seluruh transaksi komoditas strategis bisa tercatat dengan baik. Adapun tiga komoditas utama yang dimaksud antara lain batu bara, ferro alloy, dan crude palm oil (CPO).

"(Komoditas utama) itu memang sudah betul-betul bisa tercatatkan dengan baik. Terutama dalam hal ini adalah dengan menggunakan national single window yang ada," ujar dia kepada CNBC Indonesia, ditulis Senin (7/9/2026).

Dia melanjutkan, nantinya DSI akan menggabungkan data internal domestik dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan khususnya di Bea Cukai, kemudian data dari pelabuhan atau titik-titik pengiriman komoditas.

Di samping itu, DSI juga melakukan koordinasi soal komoditas dengan negara-negara importir terbesar untuk tiga komoditas utama asal Tanah Air.

"Nah, dengan hal-hal tersebut kita harapkan bahwa nantinya kita bisa memastikan bahwa bagaimana konsistensi daripada data-data tersebut untuk bisa meyakini bahwa apa yang sudah tercatatkan, apakah itu yang terkait dengan volume transaksi, kemudian juga harga, kemudian juga spek, serta kontrak-kontrak yang ada itu memang betul-betul sudah dilakukan dengan prinsip-prinsip governance yang baik. Jadi tujuan utamanya seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden kan seperti itu," terang dia.

Pahala menyatakan, kehadiran DSI tidak akan menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha. Terlebih, pelaku usaha juga sangat diizinkan untuk melakukan negosiasi dan pembahasan untuk kontrak pada tahun depan.

"Salah satu prinsip utama yang memang kita jalankan pada saat ini adalah bagaimana memang betul-betul apapun yang kita ada dan juga peran yang kita lakukan nanti ke depannya, jangan sampai mengganggu certainty," tekan Pahala.

"Kita dalam hal komunikasi kemarin juga dengan pihak asosiasi-asosiasi sudah menyampaikan bahwa silakan kalau Anda mau mulai melakukan negosiasi, pembahasan mengenai kontrak untuk tahun 2027 nanti ke depannya, silakan untuk bisa dilakukan. Jangan sampai apa yang menjadi peran daripada yang dilakukan oleh DSI saat ini menyebabkan adanya keraguan-keraguan bagi mereka," jelasnya lagi.

Dia pun kembali menegaskan bahwa DSI senantiasa menghormati kontrak ataupun berbagai kesepakatan yang dilakukan para pelaku usaha nasional terkait jual-beli komoditas batubara, CPO, dan ferroalloy dengan negara-negara lain.

"Kita pasti tetap akan menghormati dan juga memastikan bahwa apa yang sudah diperjanjikan tersebut di tahun 2027 itu tetap bisa untuk dilaksanakan," tandas dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |