Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia memiliki jalan yang masih cukup jauh untuk menjadi negara maju. Hal ini diungkapkan oleh Kepala dan CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro.
Menurut metodologi probabilitas Middle Income Trap (MIT) yang dikembangkan pihaknya, menunjukkan Indonesia masih di bawah dari ambang kesiapan menjadi negara maju.
Berdasarkan metodologi tersebut, probabilitas Indonesia menjadi negara maju bernilai 0,44, di bawah ambang batas 0,6. Posisi Indonesia sendiri di bawah Thailand dan Vietnam yang lebih dekat menjadi negara maju dengan peluang probabilitas 0,562 dan 0,506.
"Sayangnya bagi kita di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan juga Filipina, ditambah Kamboja, Myanmar, India, dan lainnya, kita masih cukup berjuang karena probabilitas jebakan pendapatan menengah kita masih relatif jauh dari ambang batas," papar Bambang saat Konferensi ADBI-Bappenas, Rabu (9/9/2026).
"Misalnya ambang batasnya 0,6, Indonesia hanya 0,44, Vietnam 0,5, lebih tinggi dari Indonesia, dan Thailand 0,56," lanjutnya.
Bambang mengatakan, negara Asia yang telah lolos dari jebakan pendapatan menengah menjadi negara maju memiliki transformasi struktural.
Misalnya saja Jepang yang jadi faktor penting transformasi adalah koordinasi birokrasi dan kemampuan industrinya. Sementara di Korea, koordinasi bisnis negara serta peningkatan berorientasi ekspor.
Kemudian di Singapura pun, faktor utamanya adalah tata kelola teknokratis ditambah investasi asing langsung (FDI) yang kuat dan pengembangan kemampuan.
Dengan semua itu, negara maju di atas memiliki koherensi kelembagaan yang akan menghasilkan komitmen yang kredibel, pembelajaran yang terkoordinasi, dan keberlanjutan kebijakan. Kemudian hal itu akan tercermin dalam keterampilan teknologi, pemasok, dan kecanggihan ekspor.
"Dan pada akhirnya, mereka memiliki peningkatan produktivitas yang menghasilkan transformasi struktural secara keseluruhan dan akhirnya mencapai status negara berpenghasilan tinggi," ungkapnya.
Menurut Bambang, yang harus dilakukan Indonesia untuk mampu menjadi negara maju adalah mencoba memperkuat basis sumber daya, melakukan pendalaman manufaktur, meningkatkan pengembangan pemasok domestik, menarik investasi dana asing yang intensif teknologi, meningkatkan keterampilan dan inovasi, berpartisipasi dalam integrasi rantai nilai regional, serta kebijakan institusional dan industri yang konsisten.
"Kemudian kita mungkin akan memiliki nilai tambah domestik yang lebih tinggi yang akan mengarah pada pertumbuhan yang didorong oleh produktivitas dan Indonesia berpenghasilan tinggi. Jadi idenya adalah tujuannya bukan mengurangi integrasi dengan ekonomi dunia, tetapi integrasi yang lebih canggih," jelasnya.
(ras/mij)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
5
















































