Jakarta, CNBC Indonesia — Premi asuransi umum naik tipis sebesar 1,9% secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2026. Di sisi lain, klaim meningkat lebih tinggi, dengan pertumbuhan 17,7% yoy.
Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk Bidang Statistik, Riset & Analisis AAUI Heri Supriyadi mengatakan berdasarkan lini usaha, premi asuransi umum mencapai Rp31,12 triliun atau tumbuh 1,9%.
Patut dicatat, angka tersebut belum termasuk satu perusahaan asuransi/reasuransi yang belum melaporkan laporan keuangan kuartal I-2026 kepada AAUI.
Dari sisi lini bisnis, asuransi properti masih menjadi kontributor terbesar dengan pangsa pasar 26,7%, diikuti kendaraan bermotor sebesar 17,3%, kesehatan sebesar 14,9%, dan asuransi kredit sebesar 13,2%.
Beberapa lini usaha mencatatkan pertumbuhan premi yang cukup signifikan. Lini energy on shore menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 185,6%, disusul marine hull yang meningkat 15,4%, property sebesar 6,5%, dan credit insurance sebesar 3,2%.
Di sisi lain, sejumlah lini usaha masih menghadapi tantangan. Premi lini engineering tercatat turun 44,4%, personal accident turun 31,3%, aviation turun 15,2%, marine cargo turun 12,6%, dan liability turun 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dari sisi klaim, total klaim industri asuransi umum meningkat 17,7% menjadi Rp12,92 triliun. Kenaikan klaim terutama terjadi pada lini energy on shore yang meningkat 198,4%, engineering sebesar 133,9%," ungkap Heri dalam konferensi pers AAUI, di Jakarta, Rabu, (17/6/2026).
Dari sisi permodalan, total aset industri asuransi umum mencapai Rp270,34 triliun. Angka ini meningkat 6,4% dibandingkan triwulan I 2025.
Total investasi tumbuh 8,1% menjadi Rp133,33 triliun, sementara total ekuitas meningkat 12,0% menjadi Rp85,89 triliun. Struktur investasi industri Asuransi umum masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp48,26 triliun atau 36,2% dari total investasi.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































