Ketua KPWSI Dosi Elfian memberi sambutan pada acara tersebut. Waspada/IstUkuran Font
Kecil Besar
14px
BANDA ACEH (Waspada.id): Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) kembali menggelar tradisi meugang bersama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang diakhiri dengan makan bersama kuah beulangong ini berlangsung di kediaman Din Keuramik, Desa Gla Meunasah Baro, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Selasa (17/2/2026).
Acara yang dikuti para wartawan dari berbagai media serta tokoh senior komunitas KWPSI itu mengusung tema “Merawat Tradisi, Pulih dan Bangkit Bersama”.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan diskusi singkat mengenai makna tradisi meugang serta tausiah oleh Ustaz Farid Nyak Umar, anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ketua KWPSI, Dosi Elfian, dalam sambutannya menegaskan, meugang merupakan tradisi khas Aceh yang terus dipertahankan sebagai simbol kebersamaan dan syukur menjelang Ramadhan.
Ia menekankan keunikan meugang KWPSI yang tetap menjaga tradisi meuripee atau patungan dalam pelaksanaannya. “Meugang bersama ini kami lakukan dengan cara meuripee. Nilai gotong royong inilah yang ingin terus kami rawat,” ujar Dosi.
Kata dia, tahun ini, KWPSI tidak hanya menggelar meugang internal, tetapi juga menyalurkan daging meugang kepada anak yatim korban bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya.
Untuk kegiatan tersebut, tambah dia, KWPSI menyembelih dua ekor sapi yang dibeli dari hasil donasi para dermawan yang dihimpun sejak sepekan sebelumnya.
“Alhamdulillah, kita sepakat untuk berbagi meugang dengan anak yatim di Pidie Jaya. Niat baik ini insyaallah kita realisasikan besok. Semoga menjadi amal jariah bagi semua yang terlibat,” katanya.
Dosi berharap tradisi meugang bersama ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang, tidak hanya sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dia berharap, kegiatan meugang KWPSI ini menjadi refleksi bahwa tradisi lokal Aceh tidak hanya bertahan sebagai simbol budaya, tetapi juga tumbuh sebagai ruang berbagi, kepedulian, dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Dosi juga berterima kasih kepada para sponsor yang mendukung penuh kegiatan keummatan yang kerap dilaksakan lembaga tersebut. “Semoga Allah melimpahkan pahala yang setimpal kepada para donotur,” tutup dia. (id64)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































