Lima Orang Ini Kuasai Batu Bara RI, Duit Tak Berseri

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Sejumlah nama dalam daftar orang terkaya di Indonesia diketahui mengakumulasi kekayaannya dari sektor tambang batu bara, meskipun harga komoditas ini sempat mengalami tekanan di pasar global sepanjang 2024.

Pada awal perdagangan Desember, harga batu bara dunia tercatat melemah seiring lonjakan produksi di India yang meningkat hampir 10% pada November 2024.

Sementara itu, data Barchart menunjukkan harga batu bara acuan Newcastle untuk kontrak Januari 2025 berada di level US$136 per ton pada Senin (2/12/2024), atau turun 2,1% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Di saat bersamaan, beberapa konglomerat masih jadi orang terkaya dunia karena bisnis batu baranya. Berikut daftar lengkapnya:

Low Tuck Kwong

Dia adalah pemilik PT Bayang Resources yang bergerak di sektor tambang batu bara. Bahkan tercatat sebagai perusahaan batu bara dengan kapitalisasi terbesar di bursa domestik.

Bisa dibilang Low Tuck Kwong adalah raja batu bara di Indonesia. Seluruh kekayaan pria berusia 77 tahun ini bersumber dari komoditas tersebut. 

Akhir tahun lalu, Forbes menempati Low di posisi ke-4 orang terkaya Indonesia dengan kekayaan US$24,9 miliar.

Keluarga Widjaja

Keluarga mendiang Eka Tjipta Widjaja dikenal sebagai salah satu konglomerat pada masa Orde Baru. Mereka menguasai Sinar Mas Group, yang juga pemilik PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) bergerak di bidang energi dan infrastruktur.

Golden Energy and Resources Ltd. (GEAR) yang merupakan anak usaha DSSA, memiliki tambang di Australia dan mengakuisisi aset tambang Stanmore Coal. Anak perusahaan lain, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) juga diketahui sebagai penyumbang batu bara.

Keluarga Widjaja tercatat memiliki kekayaan US$28,3 miliar per akhir tahun 2025 versi Forbes dan duduk sebagai orang terkaya ke-3 di Tanah Air. Kendati memiliki kekayaan lebih banyak dari Low Tuck Kwong, tetapi perlu dicatat sumber kekayaan keluarga Sinar Mas terdiversifikasi mulai dari properti, finansial, kertas, kesehatan, hingga telekomunikasi.

Garibaldi Thohir

Garibaldi merupakan pemilik emiten PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Sebelum melakukan spin off, ADRO dikenal sebagai perusahaan batu bara. Kini bisnis batu bara difokuskan kepada anak usahanya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

Forbes melaporkan kekayaan kakak Erick Thohir ini terbanyak ke-19 di Indonesia dengan total US$3,8 miliar (Rp 64,2 triliun) pada tahun lalu.

Kiki Barki

Kiki Barki adalah pendiri PT Harum Energi (HRUM), sebuah emiten pertambangan batubara pada 1995. Selain itu juga terdapat tambang batubara swasta miliknya Tanito Harum.

Putra sulung Kiki, Lawrence Barki menjadi presiden komisaris untuk Harum. Putra bungsungnya menempati posisi presiden komisaris.

Forbes pada 2024 mencatat kekayaan Kiki Barki sebesar US$1,3 miliar (Rp 21,9 triliun). Pada 2025, Kiki Barki tidak lagi masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia. 

Edwin Soeryadjaya

Ayah Edwin atau Tjia Han Pun diketahui merintis bisnisnya membangun Astra saat perang Indonesia-Belanda mereda. Puluhan tahun kemudian, Edwin dan Sandiaga Uno mendirikan perusahaan keuangan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG).

Pada 2000-an, pertambangan batu bara menggeliat di tanah air. Edwin masuk ke bisnis ini beberapa waktu kemudian dan terlibat dalam pendirian perusahaan batu bara Pama Persada.

Pada tahun 2025, Forbes mencatat kekayaannya mencapai US$1,2 miliar (Rp 20,2 triliun) dan menempatkannya sebagai orang terkaya ke-45.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |