Mahasiswa Berdampak Unsam Hadir dalam Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

7 hours ago 6
AcehPendidikan

18 Februari 202618 Februari 2026

Mahasiswa Berdampak Unsam Hadir dalam Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Mahasiswa Berdampak di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang yang dilaksanakan selama 20 hari, dimulai 5 Februari hingga 25 Februari 2026 dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas program studi, Rabu (18/02/2026). Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TAMIANG (Waspada.id): Upaya percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera kembali diperkuat melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Mahasiswa Berdampak yang dilaksanakan di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang yang berlangsung selama 20 hari, dimulai 5 Februari hingga 25 Februari 2026 dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas program studi, Rabu (18/02/2026).

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Universitas Samudra, Tri Mustika Sarjani, S.Pd., M.Pd dan Dr. Mawardi, S.Pd., M.Pd.

Menurut Tri Mustika Sarjani, S.Pd., M.Pd didampingi Dr. Mawardi, S.Pd., M.Pd, kolaborasi lintas disiplin menjadi kekuatan utama program, dengan keterlibatan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner, Pendidikan Biologi, Pendidikan IPA, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil.

“Sinergi tersebut memungkinkan pendekatan pemulihan yang komprehensif, mencakup aspek pangan, sanitasi, energi, serta infrastruktur sederhana berbasis teknologi tepat guna,” sebutnya.

Dijelaskannya lagi, Program PKM Mahasiswa Berdampak ini didanai oleh DPPM Kemendiktisaintek melalui LPPM Unsam sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong peran aktif mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Di bawah kepemimpinan Datok Sabbri selaku Datok Pantai Cempa, masyarakat menyambut baik kehadiran tim mahasiswa. Pelaksanaan program difokuskan pada penguatan ketahanan dasar masyarakat melalui dua produk inovasi utama, yakni sistem filtrasi air bersih berbasis tenaga surya dan kompor portable ramah lingkungan.

“Sistem filtrasi air bersih tenaga surya dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses air layak konsumsi pascabencana,” jelasnya.

Teknologi ini, lanjutnya, memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi pompa air dan sistem penyaringan bertingkat, sehingga dapat beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan listrik konvensional. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.

Selain itu, tim juga mengembangkan kompor portable ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam kondisi darurat maupun pemulihan. Kompor ini dirancang hemat energi, mudah dipindahkan, serta memanfaatkan bahan bakar yang lebih efisien dan minim emisi. Produk ini menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses energi akibat dampak bencana.

Sebagai puncak kegiatan, dilakukan serah terima resmi alat inovasi kepada pemerintah desa dan masyarakat. Penyerahan sistem filtrasi air bersih tenaga surya dan kompor portable ramah lingkungan diberikan langsung oleh tim pembimbing PKM kepada Datok Pantai Cempa, Sabri, sebagai simbol keberlanjutan dan tanggung jawab bersama dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

“Momen ini menjadi penegasan komitmen kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pemulihan yang berkelanjutan,” urainya.

Diutarakan Tri Mustika Sarjani lagi, kegiatan tidak hanya berhenti pada instalasi teknologi, tetapi juga mencakup pelatihan operasional dan perawatan kepada masyarakat setempat. Mahasiswa melakukan pendampingan langsung agar warga mampu mengelola dan memelihara teknologi tersebut secara mandiri.

Melalui PKM Mahasiswa Berdampak, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan keilmuan akademik, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial dan kontribusi nyata dalam pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.

“Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi inovatif yang berkelanjutan bagi ketahanan komunitas pascabencana,” imbuhnya. (Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |