Negara dengan Kepemilikan Sepeda Motor Tertinggi Dunia, No.1 Bukan RI

5 hours ago 5

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia

30 May 2026 18:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Di Hanoi, Jakarta, Taipei, atau Bangkok, lautan sepeda motor sering menjadi pemandangan yang lebih umum daripada mobil.

Di banyak kota Asia, kendaraan roda dua bukan sekadar alat transportasi. Ia menjadi cara jutaan orang pergi bekerja, mengantar anak sekolah, mengirim barang, hingga mencari nafkah setiap hari.

Ketika kemacetan membuat mobil bergerak seperti siput, motor menawarkan sesuatu yang sederhana: cepat, praktis, dan relatif terjangkau.

Skalanya pun tidak kecil.

Data terbaru menunjukkan beberapa negara memiliki jumlah sepeda motor yang nyaris menyamai jumlah penduduknya. Di sejumlah tempat, motor bukan lagi kendaraan alternatif. Ia sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sejumlah kendaraan menerobos hujan saat jam pulang kerja di Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta. Senin, (11/11/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Sejumlah kendaraan menerobos hujan saat jam pulang kerja di Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta. Senin, (11/11/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Sejumlah kendaraan menerobos hujan saat jam pulang kerja di Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta. Senin, (11/11/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bukan Soal Jumlah Terbanyak

Daftar ini tidak mengukur negara dengan jumlah sepeda motor terbanyak, melainkan negara dengan kepemilikan motor tertinggi dibanding jumlah penduduknya.

Perbedaannya penting.

India tetap menjadi pasar sepeda motor terbesar dunia secara total kepemilikan. Namun jika dihitung per 1.000 penduduk, Vietnam dan Taiwan justru berada di posisi teratas.

Dari sinilah ceritanya menjadi menarik.

Pengendara motor di Vietnam. (Nhac NGUYEN / AFP)Pengendara motor di Vietnam. (Nhac NGUYEN / AFP) Foto: Pengendara motor di Vietnam. (Nhac NGUYEN / AFP)

Motor Sebagai Cara Hidup

Vietnam berada di posisi teratas dengan sekitar 77 juta sepeda motor atau sekitar 770 motor per 1.000 penduduk.

Di negara ini, motor bukan sekadar pilihan transportasi yang murah. Jalan yang padat, gang sempit, serta kemudahan parkir membuat roda dua menjadi bagian penting mobilitas sehari-hari. Di Hanoi maupun Ho Chi Minh City, kehidupan kota nyaris bergerak di atas sepeda motor.

Taiwan menunjukkan pola yang berbeda.

Dengan sekitar 620 motor per 1.000 penduduk, wilayah ini memiliki salah satu tingkat kepemilikan motor tertinggi di dunia meski pendapatannya relatif tinggi.

Artinya, dominasi motor tidak selalu berkaitan dengan tingkat kemakmuran. Di kota yang padat, kendaraan roda dua sering kali tetap menjadi pilihan yang paling praktis.

Raksasa Dua Roda

Jika Vietnam unggul dari sisi kepadatan, India mendominasi dari sisi skala.

Negara ini memiliki sekitar 221 juta sepeda motor. Jika seluruh kendaraan roda dua dihitung, jumlahnya mencapai sekitar 271 juta unit.

Tidak ada negara lain yang mendekati angka tersebut.

Besarnya pasar domestik membuat India menjadi medan persaingan utama bagi produsen seperti Hero, Honda, Bajaj, TVS, hingga Royal Enfield. Bagi industri roda dua global, apa yang terjadi di India sering kali menentukan arah pasar secara keseluruhan.

Asia Mendominasi

Selain Vietnam, Taiwan, dan India, negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia juga berada di jajaran atas.

Polanya cukup jelas. Sebagian besar negara dengan kepemilikan motor tinggi berada di Asia, kawasan yang identik dengan kota padat, kemacetan, dan ruang jalan yang terbatas.

Motor berkembang pesat bukan semata karena masyarakat tidak mampu membeli mobil.

Sering kali karena motor memang lebih masuk akal.

Lebih mudah diparkir, lebih hemat, dan lebih cepat untuk perjalanan harian di kota yang padat. Taiwan menjadi contoh kuat bahwa kepemilikan motor tinggi juga bisa terjadi di ekonomi yang relatif maju.

Ketika Motor Menjadi Infrastruktur

Di banyak negara, motor adalah kendaraan pribadi. Di Vietnam atau Indonesia, perannya jauh lebih besar.

Motor digunakan untuk pergi bekerja, mengantar anak sekolah, mengirim barang, menjalankan usaha kecil, hingga mendukung layanan pengantaran yang kini menjadi bagian penting ekonomi perkotaan.

Karena itu, roda dua tidak hanya menggerakkan orang. Ia juga membantu menggerakkan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Medan Baru Industri Otomotif

Besarnya populasi motor membuat Asia menjadi salah satu arena terpenting bagi masa depan kendaraan roda dua.

Negara-negara seperti Vietnam, Taiwan, India, Indonesia, dan Thailand memiliki basis pengguna yang sangat besar, menjadikannya pasar potensial bagi kendaraan listrik roda dua.

Perubahannya bahkan mulai terlihat.

Vietnam misalnya, mulai membahas pembatasan sepeda motor berbahan bakar fosil di pusat kota Hanoi sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi dan kemacetan.

Bagi industri otomotif, negara-negara ini tidak lagi sekadar pasar penjualan. Mereka juga berpotensi menjadi tempat pertama di mana transformasi roda dua berlangsung dalam skala besar.

Bukan Sekadar Kendaraan

Sebagian besar orang mungkin menganggap sepeda motor hanyalah kendaraan sederhana untuk perjalanan jarak dekat.

Namun bagi ratusan juta orang di Asia, roda dua adalah bagian dari cara kota bekerja. Ia menghubungkan rumah dengan tempat kerja, pelanggan dengan pelaku usaha, dan barang dengan pembelinya.

Di tengah kota yang semakin padat dan dorongan menuju kendaraan listrik, negara-negara yang hari ini dipenuhi sepeda motor kemungkinan juga akan menjadi laboratorium terbesar bagi masa depan transportasi perkotaan.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |