Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah fakta baru muncul dari dokumen-dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) terkait kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Sebelumnya akhir pekan, jutaan berkas dirilis lembaga resmi AS tersebut, setebal 3 halaman, dengan 180.000 gambar dan 2.000 video.
Banyak email dan dokumen tersebut berasal dari lebih dari satu dekade yang lalu. Banyak tokoh ternama disebut, mulai dari Trump sendiri, sejumlah petinggi negara, pengusaha, bahkan Mossad Israel dan kiswah, kain penutup Ka'bah.
Dalam fakta terbaru, simulasi akan adanya pandemi tiga tahun sebelum Covid-19 muncul juga terungkap. Nama pulau di Indonesia yakni Bali juga disebut-sebut, termasuk pula keluarga konglomerat Rothschild sampai Hitler.
Epstein sendiri sudah dihukum di 2008 karena meminta hubungan seks dari seorang gadis berusia 14 tahun. Di 2019, ia meninggal saat berada di penjara dengan cara bunuh diri, meski kematiannya itu masih penuh kontroversi.
Dirinya ditemukan tewas di sel penjara Kota New York pada Agustus saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Berikut 20 fakta yang dirangkum CNBC terkait Epstein Files, Rabu (4/2/2026).
1.Ada 902 Kali Nama Indonesia Disebut di Epstein Files
Epstein Files ternyata setidaknya menyebut 902 kali nama Indonesia. Namun pembahasan yang dilakukan meliputi tema-tema yang berbeda, mulai dari pengiriman barang, invoice hingga lampiran lain ke AS.
Merujuk DOJ, beberapa menjadi bahan briefing. Seperti laporan GEM Equity Strategy Outlook 2014, Deutsche Bank AG yang bersumber pada Bloomberg LP, yang salah satunya mencantumkan Indonesia di tabel penjelasan bersama negara lain.
Ada pula JP Morgan pada 2014. Ini soal memuat alokasi aset global dan situasi ekonomi RI secara general, dikaitkan dengan AS.
"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Pekan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar," tulisnya.
Situasi terkini di tanah air juga sempat terlihat dalam dokumen, meski merujuk ke artikel berita tertentu. Seperti soal peristiwa di tengah pandemi Covid-19.
Ada pula nama Hary Tanoesoedibjo tercantum dalam laporan FBI dengan label unclassified (tidak rahasia) dan kop laporan "Federal Berau of Investigation CHS Reporting" pada Oktober 2020. Disebut bahwa ia relasi Trump, mengembangkan hotel dan merupakan seorang miliarder.
2.Nama Bali juga Disebut-sebut
Secara spesifik, ada banyak nama Bali muncul dalam kumpulan dokumen terbaru terkait kasus hukum Epstein. Dokumen tersebut menyertakan sejumlah foto dan keterangan yang mengindikasikan adanya aktivitas di Pulau Dewata yang berkaitan dengan jaringan tersebut.
Berdasarkan dokumen yang beredar, terdapat satu berkas dengan nomor file EFTA00129111 yang menampilkan foto seorang wanita. Di bawah foto tersebut, terdapat keterangan eksplisit berbunyi "Before a group/gang training exercise in Bali".
Dokumen ini juga mencantumkan alamat yang telah disensor. Hal tersebut memperkuat indikasi lokasi spesifik di wilayah tersebut.
Selain itu, ditemukan rangkaian foto lain dengan nomor file EFTA00004477. Berkas ini berisi lembaran katalog foto berjudul "Clinton Far East".
Di dalamnya, terdapat puluhan thumbnail foto dengan nama file mulai dari "Bali09.JPG" hingga "Bali50.JPG". Semuanya menampilkan berbagai visual lokasi di Bali.
Foto-foto dalam file EFTA00004477 mencakup lanskap alam seperti pantai, pohon kelapa, serta arsitektur lokal berupa pura dan patung. Terdapat pula dokumentasi yang menunjukkan area penginapan, kolam renang, dan paviliun terbuka yang menyerupai arsitektur resor mewah di Bali.
Beberapa foto juga merekam aktivitas di pesisir pantai dan interaksi dengan warga lokal. Namun, dokumen ini tidak merinci secara detail mengenai tanggal pengambilan foto tersebut.
Dari kualitas visual dan format penyimpanan, foto-foto ini diduga diambil pada periode tahun 2000-an. Nama-nama seperti "Brunei00.JPG" juga terlihat di bagian bawah halaman dokumen, menunjukkan adanya rangkaian perjalanan di wilayah Asia Tenggara.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai relevansi penuh dari foto-foto ini terhadap penyelidikan kasus Epstein secara keseluruhan. Dokumen-dokumen ini merupakan bagian dari pengungkapan bukti-bukti terkait jaringan internasional sang miliarder yang telah lama menjadi sorotan publik global.
Foto: Epstein Files. (Dok. Departemen Kehakiman AS)
3.Percakapan Epstein & Rothschild soal Hitler Dibiayai 3 Keluarga Kaya Yahudi
Epstein Files terbaru juga menunjukkan adanya pertukaran email antara Epstein dan bankir Ariane de Rothschild. Di mana keduanya diketahui membahas klaim bahwa Adolf Hitler tinggal di tempat penampungan yang dilaporkan didanai oleh keluarga Epstein dan Rothschild.
Mengutip Anadolu Agency, unggahan dibagikan di platform media sosial AS X oleh pengguna @AdameMedia. Ia mengunggah tangkapan layar pertukaran email tanggal 31 Desember 2018 antara Epstein dan de Rothschild.
Pesan-pesan tersebut berpusat pada pernyataan bahwa Hitler tinggal di tempat penampungan untuk tunawisma dan orang miskin selama tahun-tahun awalnya, yang dibiayai oleh tiga keluarga Yahudi kaya. De Rothschild menepis cerita itu sebagai teori konspirasi, sementara Epstein tampaknya berpendapat bahwa itu akurat.
"Saya pikir kamu akan merasa geli bahwa di kelas Harvard tentang Hitler, mereka menceritakan kisah ketika dia sangat miskin sehingga tinggal di tempat penampungan bagi tunawisma dan orang miskin... yang telah dibiayai oleh tiga keluarga kaya... Gutmann, Epstein, dan Rothschild. Ternyata itu akurat," tulis Epstein.
"Apakah itu cara untuk mengatakan bahwa kemurahan hati tidak dihargai atau bahwa teori konspirasi masih ada, itu cukup menyedihkan..." balas de Rothschild, menandatangani namanya di bagian bawah pesan.
Hal ini kemudian ditanggapi kembali oleh Epstein. Ia makin menegaskan kembali klaim tersebut.
"Pertama, ternyata 100 persen benar, Hitler menjual pakaian dan karya seninya serta tinggal di tempat perlindungan yang didanai oleh orang Yahudi. Epstein, Rothschild, dan Gutman. Tidak ada konspirasi, keluarga Epstein adalah bankir Wina, membeli bank mereka melalui jaringan tersebut sehingga masih bernama Palais Epstein," tulisnya.
Dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan adanya transaksi bisnis antara Epstein dan keluarga Rothschild.
Sebuah dokumen tertanggal 5 Oktober 2015 menunjukkan Epstein, melalui perusahaannya Southern Trust Company Inc., membuat perjanjian dengan Grup Rothschild senilai US$25 juta.
Kontrak tersebut mencakup analisis risiko dan layanan terkait algoritma, dengan Epstein terdaftar sebagai presiden Southern Trust. Perusahaan itu berbasis di Kepulauan Virgin AS.
4.Simulasi Pandemi Dibuat di 2017, 3 Tahun Sebelum Covid-19
Epstein File juga membuka fakta baru soal pandemi. Hal ini terungkap dalam sebuah email tertanggal 3 Maret 2017.
Email itu ditujukan langsung kepada pendiri Microsoft, Bill Gates. Ini mengungkapkan bahwa serangkaian topik penting, termasuk simulasi pandemi.
Bukan hanya itu, email itu juga berisi senjata neuroteknologi yang berkaitan dengan keamanan nasional. Pembahasan itu dilakukan persis tiga tahun penuh sebelum pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda dunia.
Secara rinci, dalam email yang dikirim dengan subjek "pengiriman dan ruang lingkup BGC3", Epstein menawarkan proposal di berbagai bidang, mulai dari keamanan nasional hingga kesehatan. Surat-menyurat tersebut secara langsung ditujukan kepada Gates dengan sapaan "Bill" dan menyebutkan bahwa pekerjaan sedang dilakukan pada lima topik utama.
Pertama, terkait simulasi pandemi. Ini mengarah ke persiapan spesifikasi teknis dan rekomendasi pelacakan untuk strain pandemi.
Kedua, senjata neuroteknologi. Ini merujuk ke studi makalah putih tentang neuroteknologi yang dapat digunakan sebagai "senjata" dalam industri intelijen dan pertahanan nasional.
Lalu ketiga, data kesehatan digital. Ini mengarah ke pengembangan sistem digital berdasarkan "bukti tanpa pengetahuan" yang akan meningkatkan akses ke data kesehatan pribadi dan memastikan keamanan.
Keempat, penyakit kronis dan ilmu otak. Hal ini memberikan rekomendasi neuroteknologi untuk penyakit degeneratif dan kronis.
Kelima, ini membahas ekonomi kesehatan. Itu merujuk persiapan laporan komprehensif tentang pengeluaran kesehatan konsumen di Amerika Serikat.
Menurut dokumen tersebut, Epstein menyatakan bahwa setelah pertemuannya dengan Gates, ia bekerja sama dengan sekelompok ahli yang mencakup nama-nama seperti "Rodger, Mark, Chris, Trevor, dan Geoff" untuk menghasilkan proyek-proyek tersebut. Di akhir surat menyurat, Epstein mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan ini dan menyatakan bahwa ia "siap membantu dengan cara apa pun."
Halaman 2>>>> Pangeran Arab-Kiswah Ka'bah

2 hours ago
2
















































