Pedagang Pisang Dunia Harus Berterima Kasih ke China Karena Ini

3 hours ago 2

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

19 April 2026 20:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan pisang global pada 2025 menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat melemah pada tahun sebelumnya. Perdagangan pisang diharapkan semakin meningkat ke depan.

Berdasarkan estimasi awal dari Badan Pangan Dunia (FAO), total ekspor pisang dunia diperkirakan mencapai sekitar 20,8 juta ton, naik sekitar 6% dibandingkan 2024.

Namun, di balik pemulihan tersebut, dinamika perdagangan masih sangat tidak merata.

Beberapa negara mencatat lonjakan produksi dan ekspor, sementara yang lain justru mengalami tekanan akibat cuaca ekstrem, penyakit tanaman, hingga kenaikan biaya produksi.

Pemulihan Global, Tapi Penuh Ketidakpastian

Secara umum, outlook perdagangan pisang global di 2025 cenderung positif, meski masih terdapat banyak tantangan struktural.

Pemulihan ekspor didorong oleh meningkatnya pasokan dari negara produsen utama seperti Kolombia dan Filipina. Di sisi lain, permintaan global juga menguat, terutama dari China yang mengalami penurunan produksi domestik.

Peningkatan jumlah impor juga dialami oleh Rusia. Peningkatan ini disebabkan oleh perbaikan jalur perdagangan dengan Ekuador yang mana sempat terganggu pada 2024.

Berbeda dengan China dan Rusia, Amerika Serikat justru mengalami penurunan permintaan akibat kenaikan harga di tingkat ritel.

Namun, sejumlah risiko masih masuk ke dalam perhitungan:

  1. Cuaca ekstrem menyebabkan gangguan produksi di beberapa negara

  2. Penyebaran penyakit tanaman seperti Fusarium Wilt TR4

  3. Biaya produksi tinggi yang menekan profitabilitas petani

  4. Kenaikan harga yang tidak sepenuhnya diteruskan ke produsen

Ekspor: Amerika Latin Tetap Dominan, Asia Mulai Bangkit

Dari sisi ekspor, Amerika Latin masih menjadi pemain utama dengan volume ekspor sekitar 14,5 juta ton pada 2025, meski sedikit berfluktuasi dibanding tahun sebelumnya.

Di kawasan ini, Ekuador tetap menjadi eksportir terbesar dengan volume ekspor sekitar 6,4 juta ton pada 2025, meningkat sekitar 451 ribu ton dibandingkan 2024.

Kolombia juga mencatat kenaikan ekspor yang cukup signifikan, dengan peningkatan sekitar 318 ribu ton dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, Asia mulai menunjukkan penguatan dengan total volume ekspor mencapai sekitar 5,2 juta ton pada 2025, meningkat dari 4,18 juta ton pada 2024 atau tumbuh sekitar 24% (naik sekitar 1 juta ton)

Filipina masih menjadi kontributor terbesar di kawasan ini dengan volume sekitar 2,9 juta ton, menyumbang lebih dari 50% total ekspor Asia, sehingga tetap menjadi pemain dominan di regional tersebut.

Sebaliknya, kawasan Amerika Tengah justru mengalami penurunan, dengan total ekspor turun ke sekitar 5,2 juta ton. Sementara itu, Afrika mengalami peningkatan moderat ke sekitar 753 ribu ton.

Impor: China dan Rusia Dorong Permintaan, AS Melemah

Di sisi impor, permintaan global diperkirakan naik ke sekitar 19,9 juta ton pada 2025, dari 18,9 juta ton di 2024.

Asia menjadi motor pertumbuhan impor pisang global dengan total mencapai sekitar 5,38 juta ton. Lonjakan ini terutama didorong oleh China yang menembus lebih dari 2 juta ton akibat penurunan produksi domestik, sementara Jepang cenderung stabil.

Di sisi lain, Eropa masih menjadi pasar terbesar dengan total impor sekitar 8,5 juta ton. Uni Eropa tetap mendominasi dengan volume sekitar 5,46 juta ton, sementara Rusia menunjukkan pemulihan signifikan ke 1,37 juta ton setelah beberapa tahun melemah.

Sebaliknya, impor Amerika Serikat mulai melemah ke sekitar 4,02 juta ton, dipengaruhi oleh kenaikan harga di seluruh rantai distribusi.

Sementara itu, Afrika dan Oseania masih relatif kecil, dengan impor Afrika turun ke 187 ribu ton dan Oseania-yang diwakili oleh hanya Selandia Baru-stagnan di kisaran 85 ribu ton.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |