Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara masih menjadi tulang punggung sistem ketenagalistrikan nasional. Hal ini dapat terlihat dari porsi penggunaan batu bara yang masih mendominasi pasokan listrik nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan realisasi bauran energi pembangkitan pada 2025 menunjukkan porsi batu bara mencapai 66,71%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan target yang telah ditetapkan sebesar 62,60%.
"Untuk tahun 2025, realisasi produksi listrik nasional ini semua maksudnya mencapai sekitar 494 terawatt hour (TWh) dengan porsi batu bara sebesar 66,7%. Ini ternyata lebih tinggi daripada target kita yaitu sebesar 62%," ujar Tri dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, untuk pembangkit gas hanya mencapai 14,31% atau lebih rendah dari target yang telah ditetapkan sebesar 20,50%. Kemudian untuk energi baru terbarukan (EBT) realisasinya mencapai 16,31% atau sedikit melampaui target sebesar 15,90%. Sedangkan penggunaan BBM tercatat sebesar 2,67%.
Adapun, dominasi batu bara juga masih berlanjut pada 2026. Hingga April 2026 misalnya, porsi batu bara dalam bauran pembangkit listrik nasional mencapai 64,87% atau lebih tinggi dibandingkan target sebesar 62,94%.
Berikutnya, pemanfaatan gas bumi mencapai 13,86% atau masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 20,35%. Di sisi lain, EBT mencatatkan kinerja positif dengan realisasi 17,89% melampaui target 16,46%. Lalu penggunaan BBM tercatat sebesar 3,38%.
"Porsi ini tentu cukup menggembirakan dan menunjukkan kinerja positif dari energi baru terbarukan," ujarnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

2 hours ago
3

















































