Perang Iran Minggir! Trump Ngamuk-Ngamuk ke NATO, Ancam Ini

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah drastis untuk "menghukum" para anggota NATO yang menolak membantu Washington dalam perang melawan Iran. Meski gencatan senjata selama dua minggu telah diumumkan, tensi antara kedua negara masih terus berkobar di berbagai lini.

Laporan Kamis (9/4/2026) menyebut Trump saat ini sedang menggodok rencana untuk menarik keluar pasukan militer AS dari negara-negara anggota NATO di Eropa. Ancaman ini secara spesifik ditujukan kepada negara-negara yang menutup wilayah udara mereka bagi pesawat tempur AS atau membatasi penggunaan pangkalan militer untuk serangan ke Iran.

Trump bahkan meluapkan kemarahannya melalui platform Truth Social dengan unggahan menggunakan huruf kapital. Ia menuduh aliansi pertahanan tersebut telah meninggalkan Amerika Serikat di saat kritis.

"NATO TIDAK ADA SAAT KITA MEMBUTUHKAN MEREKA, DAN MEREKA TIDAK AKAN ADA JIKA KITA MEMBUTUHKAN MEREKA LAGI. INGAT GREENLAND, BONGKAHAN ES BESAR YANG DIKELOLA DENGAN BURUK ITU!!!" tulis Trump.

Ia kemudian menyinggung Greenland. Tanah milik sekutu NATO Denmark itu sudah beberapa kali menjadi sasaran ancaman "agresi" Trump.

"INGAT GREENLAND, PULAU ES BESAR YANG DIKELOLA DENGAN BURUK ITU!!!" tambahnya, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Pernyataan Trump muncul di tengah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Mark Rutte, Rabu malam, yang dilakukan secara tertutup. Ditanya beberapa kali apakah Trump telah mengatakan akan meninggalkan aliansi tersebut, Rutte tidak menjawab secara langsung.

"Itu adalah diskusi yang sangat jujur dan terbuka," kata Rutte kemudian kepada CNN International dalam sebuah wawancara televisi, dimuat AFP.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan menjelang pertemuan bahwa kemungkinan penarikan pasukan adalah "sesuatu yang telah dibahas presiden" dan "sesuatu yang akan dibahas presiden dalam beberapa jam lagi dengan Sekretaris Jenderal Rutte".

Sebelumnya, Trump telah menyebut NATO sebagai "macan kertas" karena menolak memimpin upaya untuk membuka Selat Hormuz yang strategis dan karena membatasi pasukan AS untuk menggunakan pangkalan di wilayah mereka. Trump telah menyerang beberapa pemimpin secara pribadi, mencela Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebagai "bukan Winston Churchill" dan mengejek kapal induk Inggris sebagai "mainan."

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |