Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kebut pembangunan infrastruktur strategis nasional melalui pengerjaan Tol Serang-Panimbang. Jalan tol ini memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Banten.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menyampaikan bahwa WIKA berkomitmen menyelesaikan proyek ini secara profesional.
"WIKA terus melakukan percepatan pekerjaan serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan agar proyek Tol Serang-Panimbang dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah direncanakan," ujar Agung BW dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).
Proyek Tol Serang-Panimbang terdiri dari tiga seksi. Seksi 1 ruas Serang-Rangkasbitung telah beroperasi sejak tahun 2021. Sementara itu, Seksi 2 ruas Rangkasbitung-Cileles hingga saat ini telah mencapai progres 96,78% dan ditargetkan dapat digunakan secara fungsional pada periode Arus Mudik Lebaran 2026, serta beroperasi secara komersial pada Oktober 2026.
Adapun Seksi 3 ruas Cileles-Panimbang yang terbagi dalam Paket 3A dan 3B masing-masing telah mencapai progres 99,78% dan 58,95%, dengan target penyelesaian pada Semester II tahun 2027. Kehadiran Tol Serang-Panimbang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara wilayah perkotaan, kawasan industri, dan destinasi wisata unggulan di Banten, khususnya kawasan wisata pantai.
Jalan tol ini juga memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sehingga mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru. Berdasarkan hasil Feasibility Study tahun 2017 oleh Kementerian PU, proyek ini diproyeksikan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten sebesar 1-1,5%.
Pembangunan Tol Serang-Panimbang sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu mewujudkan pemerataan ekonomi dan pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia, melalui peningkatan konektivitas antarwilayah, pembukaan akses kawasan ekonomi dan pariwisata, serta penguatan pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.
Dalam pelaksanaannya, WIKA telah menyelesaikan berbagai pekerjaan utama, meliputi pembangunan jalan utama (main road), struktur pendukung seperti jembatan dan sistem drainase, serta pekerjaan tanah dan perkerasan yang dilaksanakan sesuai standar teknis. Seluruh pekerjaan dikendalikan secara ketat dari aspek mutu, waktu, dan biaya guna memastikan proyek berjalan optimal.
Dalam pembangunan Tol Serang-Panimbang, WIKA juga menerapkan berbagai inovasi konstruksi, antara lain optimalisasi metode kerja, efisiensi desain struktur, pemanfaatan materialberkualitas tinggi, serta penggunaan teknologi konstruksi modern. Inovasi tersebut berkontribusi pada peningkatan efisiensi pelaksanaan proyek, menghasilkan konstruksi yang lebih presisi, kuat dan tahan lama, sekaligus memperpanjang umur layanan jalan tol yang dapat menekan kebutuhan pemeliharaan jangka panjang.
Dari sisi keberlanjutan, WIKA menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat di seluruh tahapan pekerjaan. Selain itu, pengelolaan lingkungan dilakukan melalui pengendalian dampak konstruksi, pengelolaan limbah, serta perlindungan area sensitif di sekitar proyek sebagai wujud penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2















































