Pilu Pemakaman Massal Korban Banjir Nepal, Ratusan Jasad Tak Dikenali

5 hours ago 1

Petugas Armed Police Force (APF) mengenakan (APD) untuk membawa jenazah ke lubang di lokasi pemakaman massal para korban banjir Nepal.

Pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal, Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Petugas Armed Police Force (APF) mengenakan perlengkapan pelindung (APD) untuk membawa jenazah ke lubang di lokasi pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal, Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Mengutip Kathmandu Post, Polisi setempat mengatakan bahwa pihak berwenang di Chitwan kesulitan menangani sejumlah besar jenazah yang membusuk karena kamar mayat kewalahan. Menurut Ganesh Aryal, kepala pejabat distrik Chitwan, hanya empat dari 233 jenazah korban banjir yang ditemukan di distrik tersebut yang telah diidentifikasi. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal, Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Jenazah-jenazah tersebut akan dimakamkan di tepi sungai di Devghat, sebuah kota ziarah Hindu. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal, Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Sebelum pemakaman, sampel DNA akan diambil dari jenazah untuk membantu identifikasi di kemudian hari. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal, Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Kremasi merupakan praktik pemakaman umum dalam agama Hindu. Lokasi pemakaman akan ditandai, dengan harapan keluarga dapat menemukan jenazah orang yang mereka cintai di kemudian hari. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal, Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Jenazah merupakan tantangan besar karena kondisi wajah para korban yang sangat cacat dan tubuh mereka tertutup lumpur setelah banjir dahsyat. Banyak keluarga yang putus asa menunggu di luar rumah sakit untuk mendapatkan informasi tentang orang-orang terkasih mereka. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal, Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Menurut angka terbaru dari otoritas lokal dan media hari ini (29 Agustus), jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor hebat di Nepal dan China telah meningkat menjadi 633 orang, sementara hampir 3.000 orang masih hilang. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Pemakaman massal Devghat bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Chitwan, Nepal, Minggu (30/8/2026). (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Nepal melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat banjir bandang telah meningkat menjadi 626 orang, sementara 2.426 orang masih hilang. Tim pencarian terus berupaya menemukan jenazah yang hanyut terbawa arus banjir. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |