Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan aturan baru terkait implementasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas total 100 Giga Watt (GW). rencana pembangunan PLTS berkapasitas masif itu sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan nantinya peraturan yang akan menjadi payung hukum berbentuk Peraturan Presiden (Perpres).
Selain menyusun aturan baru, pemerintah juga tengah mengevaluasi ketentuan harga beli listrik dari energi terbarukan.
"Pada saat ini kita sedang membahas penguatan regulasi untuk realisasi program arahan Bapak Presiden yaitu PLTS 100 GW. Kami sedang membuat regulasi PLTS 100 GW dalam bentuk Peraturan Presiden dan juga melakukan revisi perubahan dari Perpres 112 tahun 2022 yaitu mengenai harga energi baru terbarukan," ujar Eniya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Ilustrasi PLTS terapung Cirata 192 MWp di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kehadiran PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara ini menjadi bukti bahwa PLN mampu menjadikan transisi energi menjadi sebuah kekuatan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Dok. PT PLN (Persero) Foto: Ilustrasi PLTS terapung Cirata 192 MWp di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kehadiran PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara ini menjadi bukti bahwa PLN mampu menjadikan transisi energi menjadi sebuah kekuatan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Dok. PT PLN (Persero)
Nantinya, penambahan kapasitas PLTS 100 GW tersebut akan mencakup berbagai skema pengembangan di seluruh wilayah Indonesia. Skema tersebut meliputi PLTS yang tersambung ke jaringan PLN (on-grid), penguatan instalasi PLTS atap, hingga percepatan program dedieselisasi yang menggabungkan tenaga surya dengan sistem baterai.
"Di dalam pengawalan implementasi RUPTL kami juga mengidentifikasi bahwa realisasi nantinya untuk pembangkit listrik tenaga surya 100 GW ini, ini akan mencakup seluruh kegiatan PLTS," katanya.
Salah satu yang diupayakan saat ini dengan melakukan kerja sama lintas kementerian seperti dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memanfaatkan bendungan dan waduk. Pemerintah berencana memperbanyak pembangunan PLTS terapung di berbagai lokasi strategis guna mengoptimalkan potensi energi surya.
"Di dalamnya kami juga melakukan kolaborasi dengan Kementerian PU untuk pengembangan PLTS terapung dan PLTA. PLTS apung merupakan salah satu upaya kita untuk merealisasikan PLTS 100 GW. Selain itu PLTS off-grid juga menjadi komponen yang bisa mendukung realisasi 100 GW," imbuhnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi penciptaan permintaan (demand creation) agar pasokan listrik dari PLTS tersebut dapat terserap maksimal. Peningkatan penggunaan kendaraan listrik, konversi mesin industri, hingga mendorong pemakaian kompor listrik menjadi bagian dari peta jalan pemerintah untuk menyukseskan program ini.
"Pada saat kita menerapkan 100 gigawatt PLTS itu yang tersebar di berbagai daerah nantinya, kita pun juga harus menghadirkan program hilirisasi untuk meningkatkan demand kelistrikannya menggunakan kendaraan listrik, melakukan konversi kendaraan listrik, juga mendorong peningkatan penggunaan kompor listrik," tandasnya.
(wur)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































