Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung mengaku telah meminta Paus Leo XIV untuk mempertimbangkan kunjungan ke Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) hingga Korea Utara (Korut) sebagai bagian dari upaya memperkuat perdamaian di Semenanjung itu.
Mengutip Korea Herald, permintaan tersebut disampaikan Lee saat bertemu Paus Leo XIV di Vatikan. Selain mengundang Paus menghadiri perhelatan Hari Kaum Muda Sedunia (World Youth Day/ WYD) yang akan digelar di Seoul pada 2027, Lee juga berharap kunjungan itu dapat mencakup DMZ yang menjadi batas pemisah antara Korea Selatan dan Korea Utara.
Lee melakukan kunjungan kehormatan kepada Paus dan berjanji untuk bekerja sama dengan Takhta Suci untuk keberhasilan penyelenggaraan acara pemuda Katolik tersebut, yang dijadwalkan akan berlangsung di Seoul dari tanggal 3-8 Agustus 2027.
Lee mengunjungi Vatikan pada tanggal 14 dan 15 Juni 2026 lalu, dan bertemu dengan Paus Leo XIV pada hari kedua.
"Paus mengatakan ia akan secara aktif mempertimbangkan dan berupaya untuk mewujudkannya," kata Lee, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Menurut Lee, Paus Leo XIV menunjukkan minat yang kuat pada perdamaian di Semenanjung Korea dan tampaknya memiliki minat khusus pada Gereja Katolik di Korea.
Lee juga menyampaikan keinginannya kepada Paus agar komunitas Katolik Korea Selatan melakukan pengangkatan seorang kardinal yang berbasis di negara tersebut. Kardinal tersebut nantinya membantu menangani urusan dalam negeri untuk 6 juta umat Katolik di Korea.
Selain itu, Lee juga telah mengadakan diskusi mendalam dengan para pejabat Vatikan penting tentang upaya membangun perdamaian di Semenanjung Korea. Ia menghadiri Misa khusus untuk perdamaian dan solidaritas di Vatikan, di mana ia menjelaskan komitmen dan visi pemerintahannya untuk perdamaian.
Selama Misa, Lee menekankan semangat rekonsiliasi dan kerja sama yang diwujudkan dalam Deklarasi Bersama antar-Korea 15 Juni tetap hidup di semenanjung dan bahwa harapan untuk perdamaian harus terus berlanjut.
Hari Pemuda Dunia adalah pertemuan Katolik internasional utama yang menyatukan kaum muda Katolik dari seluruh dunia. Seoul terpilih sebagai kota tuan rumah untuk acara tahun 2027, menjadikan Korea Selatan negara Asia kedua yang menjadi tuan rumah pertemuan tersebut setelah Filipina pada tahun 1995.
Undangan Resmi
Menurut Lee, Paus Leo XIV menunjukkan minat yang besar terhadap perdamaian di Semenanjung Korea dan tampaknya memiliki minat khusus pada Gereja Katolik di Korea.
Meski begitu, ia menegaskan kunjungan ke Korea Utara hanya dapat terwujud apabila terdapat kondisi politik dan diplomatik yang memungkinkan, termasuk adanya undangan resmi dari Pyongyang.
Selama pertemuan yang diadakan di Sekretariat Negara, keduanya berbicara tentang hubungan baik antara Takhta Suci dan Republik Korea yang terjalin sejak tahun 1963 silam.
Sejak itu, kedua negara telah mempertahankan hubungan yang erat, dengan Paus Santo Yohanes Paulus II mengunjungi negara itu dua kali yakni pada tahun 1984 dan 1989 dan Paus Fransiskus pada tahun 2014 pada kesempatan Hari Kaum Muda Asia (Asia Youth Day/ AYD) ke-6.
"Sekretaris Negara Kardinal dan Presiden Republik Korea juga merefleksikan kontribusi positif yang diberikan oleh Gereja Katolik setempat kepada masyarakat Korea, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial", menurut siaran pers Kantor Pers Takhta Suci.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu dengan Paus Leo XIV di Vatikan, Senin (15/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda diplomatik Lee bersama pemimpin Gereja Katolik di tengah upaya memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama internasional. (via REUTERS/Mario Tomassetti) Foto: Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu dengan Paus Leo XIV di Vatikan, Senin (15/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda diplomatik Lee bersama pemimpin Gereja Katolik di tengah upaya memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama internasional. (via REUTERS/Mario Tomassetti)
(dce)
Addsource on Google

4 hours ago
2

















































