Purbaya Pecat Lagi Pegawai Bea Cukai-Pajak dari Aduan Masyarakat

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku masih mendapatkan laporan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang tidak bekerja profesional hingga harus dipecat.

Laporan ini kata dia masih terus masuk dari kanal yang telah ia sediakan khusus masyarakat sejak Oktober 2025, yakni kanal Lapor Pak Purbaya. Kanal itu tersedia di Whatsapp dengan nomor 0822-4040-6600.

"Ada beberapa yang sudah dipecat. Nanti kita kasih tahu beberapa orang yang dipecat oleh kita selama beberapa bulan terakhir," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Meski begitu, ia mengaku belum bisa mendetailkan jumlah terbaru pegawai DJBC dan DJP yang telah dipecat akibat bekerja secara tidak profesional. Ia berencana kembali mengumumkan secara resmi tiap Jumat.

"Nanti kalau ada waktu Jumat kita buka lagi diskusi dengan teman-teman. Saya perlu itu karena apa? di debottle necking kan ada yang besar-besar yang bisnis-bisnis, yang ini kan masukan-masukan kecil dari masyarakat," ucap Purbaya.

"Tapi kita perlu masukkan yang betul-betul aktual di alami masyarakat Indonesia sekaligus, bukan perusahaan-perusahaan besar saja," tegasnya.

Sebagai informasi, pada tahun lalu, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto telah memecat 39 pegawai DJP nakal karena melakukan fraud atau menyalahi wewenang dalam melaksanakan tugas sebagai otoritas pajak.

"Saya harap cukup 39 orang saja. Karena ketika kehilangan 39 orang berarti kehilangan harus mengganti 39 orang dengan kapasitas yang minimum sama. Tentu dengan seperti itu ada efek jera," kata Bimo dalam acara Tax Time CNBC Indonesia, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |