Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan total utang pemerintah terhadap produk domestik bruto Indonesia sepanjang 2025 sebesar 40,5% dari produk domestik bruto (PDB).
"Defisitnya di 2,92% dan utangnya 40,5% dari PDB," kata Purbaya di kawasan The Tribrata Darmawangsa Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Bila menggunakan data PDB Indonesia atas dasar harga berlaku yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 senilai Rp 23.8211 triliun, maka total utang pemerintah sepanjang tahun lalu senilai Rp 9.647,5 triliun.
Saat dikonfirmasi terkait besaran total utang pemerintah sepanjang tahun lalu itu, Purbaya tak membantah. Ia hanya menekankan bahwa pembiayaan APBN dari utang pada tahun lalu sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi ekonomi yang tertekan, hingga menyebabkan demonstrasi berdarah pada Agustus-September 2025.
"Ini kan kemarin terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit tapi ekonomi kita selamat, habis itu kita tata ulang semuanya," tegas Purbaya.
Nominal utang itu sulit dibandingkan dengan catatan sepanjang 2024, karena Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada saat itu tak lagi merilis data utang pemerintah melalui Buku APBN Kinerja dan Fakta yang biasanya rutin terbit tiap bulan.
Namun, saat menyampaikan keterangan terhadap RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN ΤΑ 2024 dalam Rapat Paripurna, DPR, Selasa (2/7/2025), Sri Mulyani sempat menyebutkan posisi kewajiban pemerintah, termasuk utang jangka pendek dan panjang, mencapai Rp 10.269 triliun pada akhir 2024.
Sementara itu, total aset negara tercatat sebesar Rp13.692,4 triliun pada akhir 2024. Dari posisi aset dan kewajiban tersebut, posisi ekuitas pemerintah mencapai Rp3.424,4 triliun.
"Ini menggambarkan kekayaan bersih negara dan kapasitas fiskal yang tetap dapat terjaga dan diandalkan untuk menopang kebutuhan pembangunan nasional secara berkelanjutan," tegas Sri Mulyani saat itu.
(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2
















































