Rekening Auto Ludes, Password Ini Paling Disukai Maling M-Banking

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Berbagai akun di platform digital umumnya mewajibkan pengguna memasang password untuk pengamanan. Ironisnya, password tertentu bisa dimanfaatkan para penjahat siber untuk membobol akun seseorang. 

Alhasil, kerugian berupa pencurian identitas dan saldo rekening bisa menimpa korban. Untuk itu, penting bagi semua pengguna aplikasi mobile mengetahui tipe password yang berbahaya digunakan. 

Pada prinsipnya, password yang mudah ditebak adalah yang paling berisiko dibobol maling. Penting untuk membuat password rumit dan kompleks, sehingga susah ditebak dan dibobol. 

Laporan penyedia kata sandi, Specops mengungkapkan daftar 10 password yang digunakan penyerang untuk mengeksploitasi koneksi Remote Desktop Protocol (RDP) Microsoft.

Sebagai informasi, RDP merupakan metode praktis untuk masuk dan mengendalikan PC serta server dari jarak jauh. Khususnya digunakan bagi pekerja yang bekerja secara hybrid.

Namun metode ini juga jadi sasaran penjahat untuk mengantongi akses ke jaringan. Ada banyak percobaan yang dilakukan untuk bisa mengakses server RDP.

Saat port RDP terbuka dan terekspos, biasanya penyerang akan menggunakan brute force untuk mencoba sejumlah besar kombinasi nama pengguna dan password. Kejahatan ini akan makin cepat karena penggunaan password yang cepat.

Specops melakukan percobaan dengan memasukkan lebih dari 1 miliar password yang dicuri sepanjang 2024. Dari hasil analisa ditemukan banyak orang mengabaikan standar saat membuat password, bahkan untuk sistem yang penting.

Password yang kerap digunakan pengguna adalah kombinasi angka, termasuk 123456. Begitu juga penggunaan 'password' atau istilah mudah dan umum lainnya.

Daftar Password Paling Umum Dibobol Maling

123456

1234

Password1

12345

P@ssw0rd

password

Password123

Welcome1

12345678

Aa123456

Nah, itu dia deretan password yang paling banyak digunakan dan bisa menimbulkan risiko bahaya. Semoga informasi ini bermanfaat!

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |