Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa orang sering tiba-tiba 'ngidam' makan yang manis-manis, seperti cokelat atau boba, tepat setelah selesai makan. Dorongan itu terkadang terasa sangat kuat sehingga sulit untuk ditahan.
Selama hanya terjadi sesekali, hal ini masih dianggap wajar, namun perlu diperhatikan jika terjadi terlalu sering.
Fenomena mengidam makanan manis itu ternyata tidak hanya disebabkan oleh faktor selera atau sekadar hobi makan enak. Ada berbagai pengaruh biologis dan psikologis yang mendasari keinginan tersebut, sehingga bukan hanya soal kebiasaan semata.
Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain adalah pola makan sehari-hari hingga kondisi emosional seseorang. Dengan memahami penyebab pastinya, kelola asupan gula lebih bijak dan sehat bisa dilakukan.
Penting untuk mengenali alasan di balik munculnya rasa ingin makan manis yang terus-menerus. Lantas apa penyebab kenapa tubuh sering mengidam makanan manis? Berikut penjelasannya mengutip Beautynesia:
1. Kurang tidur
Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Menurut penelitian dalam Sleep (2018), kurang tidur meningkatkan kadar hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan serta menurunkan kadar leptin yang memberi sinyal kenyang.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula dan kalori sebagai sumber energi instan.
2. Melewatkan waktu makan
Ketika melewatkan waktu makan atau membiarkan perut kosong terlalu lama, kadar gula darah dapat menurun. Kondisi itu membuat tubuh mencari sumber energi yang cepat diserap, salah satunya makanan manis.
Penelitian dalam Appetite (2020) menunjukkan, rasa lapar yang berlebihan dapat meningkatkan keinginan terhadap makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana.
3. Stres dan emosi tidak terkelola
Stres memicu tubuh menghasilkan hormon kortisol yang dapat memengaruhi nafsu makan seseorang. Menurut penelitian dalam jurnal Psychoneuroendocrinology (2019), peningkatan kadar kortisol ini berkaitan dengan dorongan untuk menyantap makanan tinggi gula dan lemak atau yang dikenal sebagai emotional eating.
Kondisi itulah yang sering kali membuat banyak orang mencari camilan manis saat sedang merasa tertekan atau sedih.
4. Sering makan manis
Kebiasaan mengonsumsi gula secara rutin dapat memengaruhi sistem penghargaan di otak, yang membuat keinginan terhadap rasa manis semakin kuat. Menurut sebuah studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition (2018), semakin sering gula dikonsumsi, semakin besar dorongan tubuh untuk menginginkannya kembali.
Oleh karena itu, mengurangi asupan gula secara bertahap disarankan agar lidah bisa mulai beradaptasi kembali dengan rasa manis alami dari buah atau sumber makanan lainnya.
(dce)
Addsource on Google

8 hours ago
4

















































