SNBP Anjlok, SMAN 2 Abdya Dihantam Kritik

4 hours ago 1
AcehPendidikan

31 Maret 202631 Maret 2026

SNBP Anjlok, SMAN 2 Abdya Dihantam Kritik SMAN 2 Abdya. Selasa (31/3).Waspada.id/Syafrizal 

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Dunia pendidikan di Aceh Barat Daya (Abdya), kembali menjadi sorotan. Kali ini, sorotan menerpa SMAN 2 Abdya, di mana, kelulusan siswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, dilaporkan mengalami penurunan signifikan, dibandingkan tahun sebelumnya.

Data yang diperoleh menunjukkan, pada tahun 2026 hanya 26 siswa yang dinyatakan lulus SNBP, dari total 110 kuota yang dikirim, atau setara sekitar 22,63 persen. Angka ini menurun drastis dibandingkan tingkat kelulusan tahun 2025 lalu,  yang mencapai 39 siswa lulus.

Penurunan ini memicu kekecewaan sejumlah orang tua dan wali murid. Mereka menilai, capaian tahun ini jauh dari harapan, apalagi SMAN 2 Abdya selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di daerah tersebut. “Kalau dibandingkan tahun lalu, jelas turun jauh. Kami sebagai orang tua tentu kecewa. Harapan kami anak-anak bisa lebih banyak yang tembus ke perguruan tinggi negeri,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Hal senada juga disampaikan wali murid lainnya. Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh dari pihak sekolah terhadap sistem pembinaan siswa. “Ini bukan sekadar angka. Ini menyangkut masa depan anak-anak. Kalau menurun seperti ini, pasti ada yang harus diperbaiki,” katanya.

Meski demikian, sebagian besar siswa yang lulus masih didominasi diterima di Universitas Syiah Kuala. Selain itu, ada juga yang lulus di Universitas Negeri Medan, Universitas Teuku Umar, serta UIN Pekalongan.

Namun di balik capaian tersebut, muncul isu lain yang turut menjadi perhatian, yakni gaya kepemimpinan di internal sekolah. Sejumlah guru disebut-sebut mengeluhkan pendekatan kepemimpinan Kepala SMAN 2 Abdya, Ibrahim Mai, yang dinilai cenderung otoriter.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Ibrahim Mai baru menjabat sebagai kepala sekolah sejak Februari 2026, atau sekitar dua bulan terakhir. Meski tergolong baru, sejumlah kebijakan yang diterapkan disebut memicu ketidaknyamanan di kalangan tenaga pendidik. “Ada tekanan dalam bekerja. Beberapa kebijakan terasa sepihak dan kurang melibatkan guru,” ungkap salah seorang sumber internal, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa, suasana internal sekolah ikut memengaruhi kinerja akademik siswa, termasuk dalam persiapan menghadapi seleksi SNBP.

Pengamat pendidikan menilai, kepemimpinan yang tidak kondusif dapat berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan motivasi siswa. “Sekolah itu ekosistem. Kalau guru tidak nyaman, maka proses belajar mengajar juga tidak maksimal. Dampaknya bisa terlihat pada hasil seperti ini,” ujar seorang pemerhati pendidikan di Abdya.

Situasi ini menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan, khususnya di daerah, bahwa keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh manajemen sekolah yang sehat, terbuka dan kolaboratif.

Terkait masalah itu,  Kepala SMAN 2 Abdya Ibrahim Mai terpisah menegaskan,  proses kelulusan melalui jalur SNBP sepenuhnya bertumpu pada rekam jejak akademik peserta didik, sejak semester satu hingga semester lima, sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan secara nasional. 

Dalam kerangka itu lanjutnya, pihaknya memandang penting untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh dan terukur, guna memastikan seluruh tahapan dan mekanisme pelaksanaannya di tingkat satuan pendidikan, berjalan secara akuntabel, transparan dan sesuai regulasi.

Terkait persepsi terhadap gaya kepemimpinan,  Ibrahim Mai mengaku sangat menghargai setiap pandangan yang berkembang,  sebagai bagian dari dinamika organisasi. “Namun demikian, komitmen kami tetap teguh untuk menjalankan amanah ini secara profesional, proporsional, serta berlandaskan pada tugas pokok dan fungsi kepala sekolah, dengan mengedepankan prinsip tata kelola pendidikan yang baik,” tutupnya.(id82).

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |