Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) buka suara soal jajaran manajemen Sub Holding Downstream Pertamina di bawah naungan PT Pertamina Patra Niaga yang dinilai masih "gemuk".
Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, proses penggabungan tiga sub holding atau anak usaha PT Pertamina (Persero), yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) membuat porsi direksi menjadi lebih banyak, yaitu mencapai 17 kursi direksi.
Dony menjelaskan, masih "gemuk"-nya jumlah direksi Pertamina Patra Niaga ini karena masih dalam proses konsolidasi, usai menggabungkan 3 perusahaan di bisnis hilir tersebut.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) resmi mengintegrasikan tiga lini bisnis hilir ke dalam satu entitas terpadu melalui pembentukan Sub Holding Downstream per 1 Februari 2026.
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) saat ini menjadi entitas penerima penggabungan tiga perusahaan tersebut. Setelah proses merger tersebut, Pertamina pun melakukan perombakan susunan direksi dan komisaris pada PT Pertamina Patra Niaga.
"Jadi Februari itu kan kita gabungin dulu nih, kan kita nggak mau dong bisnisnya terganggu, makanya banyak kan, ada 17, harusnya 17 (direksi)," ungkapnya saat ditemui usai acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026),
Namun, Dony berpendapat, banyaknya jumlah direksi tidak menjadi persoalan karena dalam proses penggabungan perlu serangkaian tahapan yang membutuhkan waktu.
"Nggak apa-apa, jadi teman-teman harus melihat bahwa ini proses semua yang melakukan perusahaan itu kan ada tahapan," sebutnya.
"Kita nggak mau tiba-tiba sok-sokan jadi 7 atau 8 (direksi), terus jadi berantakan. Tapi mereka ini mengerjakan proses konsolidasi, mengkonsolidasikan bisnis itu kan nggak gampang, butuh waktu," jelasnya.
Dony mengungkapkan, manajemen yang sudah ditentukan tersebut masih dalam proses transisi hingga Oktober 2026 mendatang.
Setelah Oktober 2026, menurutnya akan didapatkan susunan manajemen yang lebih ajek atau tetap.
"Nah itu transisi kan, ya proses itu nanti Oktober akan ada hasilnya seperti apa," ucapnya.
"Nah Oktober nanti artinya 10 bulan mereka membutuhkan waktu untuk melakukan proses konsolidasi. Nanti juga setelah Oktober menuju ke end state-nya," tandasnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3
















































