Jakarta, CNBC Indonesia- Terkendalanya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) (replanting) menjadi salah satu tertahan di angka 51,6 juta ton sepanjang tahun 2025. Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono jika program PSR berhasil seharusnya produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia sudah bisa mencapai 60 juta ton.
Eddy mengatakan jika peremajaan sawit hanya mengandalkan peremajaan perusahaan yang sudah berlangsung sebanyak 4-5% per tahun maka produksi sawit nasional stagnan. Di sisi lain ancaman kemarau panjang akibat El Nino maka produksi sawit semakin terancam.
Terkait program mandatory biodiesel B50 yang akan di mulai pada 1 Juli 2026 dan membutuhkan sekitar 16 juta CPO per tahun maka kemungkinan akan berdampak pada pengurangan ekspor CPO RI.
Seperti apa perkembangan produksi sawit RI? Bagaimana dampak program B50 ke ekspor CPO Ri? Selengkapnya simak ulasan Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 08/05/2026)
Add
source on Google

2 hours ago
2















































