Wali Kota Pematangsiantar: Seni Budaya adalah Bahasa Universal

6 hours ago 5
Sumut

16 April 202616 April 2026

 Seni Budaya adalah Bahasa Universal

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menuturkan Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis bukan sekadar pertunjukan visual, melainkan wujud nyata keragaman etnis dan budaya yang terjalin harmonis. Seni budaya harus bisa dijadikan data tarik wisata yang mampu mendongkrak ekonomi kreatif lokal.

“Seni budaya adalah bahasa universal. Lewat tarian, musik hingga pakaian adat kita diingatkan perbedaan bukanlah pemisah, melainkan warna-warni yang membentuk lukisan indah bernama Pematangsiantar,” ucap Wesly pada pembukaan kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, Pematangsiantar sejak dulu dikenal sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia. Keberagaman etnis-mulai etnis Simalungun sebagai tuan rumah, Batak Toba, Karo, Pakpak, Mandailing, Minang, Nias, Jawa, Melayu, Tionghoa, bahkan India, hingga etnis lainnya-adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya.

Di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi, kata dia, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk mengenalkan akar budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri. Merawat toleransi dengan cara saling menghargai ekspresi budaya antar-etnis serta menjadikan seni budaya sebagai daya tarik wisata yang mampu mendongkrak ekonomi kreatif lokal.

“Kepada para pelaku seni, teruslah berkarya. Tunjukkan anak muda Pematangsiantar bangga dengan budayanya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar-Simalungun Fikri Damanik mengatakan pagelaran seni sebagai salah satu bentuk upaya kita dalam memelihara dan melestarikan budaya. Bukan hanya budaya Simalungun, tetapi seluruh etnis yang ada di Pematangsiantar.

“Semoga kita dapat meneruskan semangat perjuangan Ompung Raja Sang Naualuh Damanik, yang peduli budaya dan pendidikan,” tuturnya.

Fikri memaparkan, Sabtu 18 Maret, di lokasi yang sama juga akan digelar kegiatan Marsombu Sihol dalam rangka Hari Jadi ke-155 Tahun Kota Pematangsiantar, berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata. Acara itu untuk mengulang dan mengenang kembali perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik.

“Semoga kegiatan tersebut menjadi poin penting agar selanjutnya bisa ada kolaborasi yang lebih besar, memberikan kontribusi dalam peningkatan nilai budaya. Kami siap mendukung visi misi wali kota menjaga keselarasan di Kota Pematangsiantar,” ucapnya.

Kabid Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan (PNFK) Disdik, Fahrudin Sagala dalam laporannya menyampaikan Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis sebagai upaya nyata untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa, khususnya yang tumbuh dan berkembang di Pematangsiantar.

Tujuan kegiatan, menjaga seni budaya dan kearifan lokal agar tidak punah tergerus perkembangan zaman, menanamkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), memererat persaudaraan antar etnis melalui seni guna mendukung Pematangsiantar Kota Toleran dan sebagai upaya mewujudkan visi misi wali kota Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.

Fahrudin bilang, kegiatan menampilkan 10 tarian berbagai etnis dengan peserta perwakilan SMP negeri dan swasta di Pematangsiantar. (Ata)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |