Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap. Waspada.id/ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id) – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap, mengapresiasi sikap tegas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberantasan narkoba menyusul insiden di Gedung KONI Sumut, Jumat pekan lalu.
Kepada Waspada.id di Medan, Senin (13/4), Yahdi menyebut tindakan tegas tersebut mencerminkan kepemimpinan yang berkomitmen menjaga moral serta integritas aparatur pemerintah dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Kita harus apresiasi tindakan beliau. Sikap Pak Gubernur menunjukkan kepedulian yang kuat. Pesan moralnya jelas, tidak boleh ada satu pun elemen di lingkungan Pemprov yang terlibat narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah kondisi Sumatera Utara yang masih menghadapi persoalan serius terkait narkotika, langkah tegas seorang pemimpin menjadi sinyal bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran.
Ia juga menilai sikap tersebut menjadi peringatan bagi seluruh jajaran agar menjaga profesionalitas serta menjauhi penyalahgunaan narkoba dalam menjalankan tugas.
Di sisi lain, Yahdi menyoroti lemahnya pengawasan internal dalam insiden tersebut. Ia menilai petugas pengamanan dalam (Pamdal) seharusnya lebih selektif dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Seharusnya pengamanan diperketat. Jangan sampai kecolongan, apalagi ini menyangkut lingkungan resmi,” tegasnya.
Terkait isu kontak fisik yang sempat menjadi sorotan, Yahdi meluruskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, hal tersebut lebih berupa teguran ringan dan tidak berlebihan seperti yang berkembang di publik.
“Ada informasi bahwa itu hanya teguran biasa, bukan seperti yang dibesar-besarkan,” katanya.
Yahdi juga menegaskan bahwa pihak yang diduga terlibat dalam persoalan narkoba perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan menggunakan narkotika atau tidak.
Ia pun mengimbau agar semua pihak tidak mempolitisasi kejadian tersebut dan tetap fokus pada substansi utama, yakni komitmen bersama dalam memerangi narkoba di Sumatera Utara.
“Jangan sampai reaksi berlebihan justru terkesan membela pelanggaran. Ini harus dipahami sebagai pesan tegas dari pemimpin,” pungkasnya.
Selain itu, Yahdi mendorong pemerintah provinsi untuk memperkuat langkah preventif melalui tes urine berkala serta pembinaan mental aparatur, guna memastikan lingkungan kerja tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Ia juga menegaskan DPRD Sumut siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mendukung program pemberantasan narkoba secara berkelanjutan. (id146)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































