143 Negara Naikkan Harga BBM Karena Perang Iran, Tertinggi Tetangga RI

4 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Iran mulai memukul kantong konsumen global. Sedikitnya 143 negara mencatat kenaikan harga bensin sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Data GlobalPetrolPrices yang memantau harga bahan bakar di 170 negara dan wilayah menunjukkan, kenaikan harga terjadi di sebagian besar negara yang dipantau. Lonjakan paling tinggi tercatat di Bhutan yakni 56%.

Merujuk data GlobalPetrolPrices menunjukkan harga bensin Bhutan atau Burma naik dari US$0,667/liter pada 23 Februari 2026 menjadi US$1,041/liter pada 24 Agustus 2026. Artinya naik sekitar 56%

Di bawah Bhutan ada Kuba, Myanmar dan Uni Emirat Arab (UEA) 50%. Lonjakan harga di Bhutan dan Myanmar menunjukkan betapa besarnya dampak perang Iran terhadap harga BBM kawasan ASEAN.

Harga BBM Bhutan melonjak karena mereka sangat bergantung pada impor dari India, sementara harga domestiknya mengikuti harga BBM internasional melalui mekanisme Import Parity Price (IPP).

Perang Iran dan gangguan di Selat Hormuz kemudian mendorong harga BBM impor naik, sementara subsidi pemerintah lebih banyak diarahkan untuk menahan harga diesel.

Alhasil, harga bensin Bhutan melonjak 56%. Perlu dicatat kenaikan ini tidak sekali waktu tetapi bertahap.

143 Negara Naikkan Harga BBM, Bagaimana Indonesia?

Kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara di tengah terganggunya pasar energi global akibat konflik Iran. Ketegangan geopolitik meningkatkan risiko gangguan pasokan dan distribusi minyak, sehingga mendorong kenaikan biaya energi di berbagai negara.

Namun, tidak semua negara mengalami kenaikan. Di sejumkah negara, harga bensin relatif tidak berubah atau bahkan turun dalam kisaran satu digit. Sebagian besar negara tersebut merupakan produsen minyak yang memberikan subsidi besar terhadap harga bahan bakar domestik.

Arab Saudi dan Trininad Tobago adalah sedikit negara yang harga BBM nya turun.

Untuk Indonesia, data yang dipakai GlobalPetrolPrices adalah RON 95 atau Pertamax Green 95.

Merujuk data GlobalPetrolPrices, harga Pertamax Green 95 sudah naik sekitar 31%. Data ini memang tidak jauh dibandingkan dengan PT Pertamina. Perbedaan harga disebabkan rate rupiah yang dipakai.

Sejak perang, PT pertamina sudah menyesuaikan harga BBM non-subsidi beberapa kali baik menaikkan atau menurunkan harga.

Jika melihat data terbaru dan dibandingkan sebelum perang Iran meletus maka kenaikan tertinggi ada pada Pertaina Dex.

Harga Bensin AS Melonjak 39%

Dampak perang juga terasa di Amerika Serikat. Sebelum konflik pecah, harga rata-rata bensin reguler di AS berada di sekitar US$2,94 per galon atau sekitar 3,78 liter.

Kini, harga tersebut mencapai US$4,09 per galon, melonjak 39%, berdasarkan data AAA Fuel Prices.

Kenaikan harga tersebut tidak hanya meningkatkan pengeluaran konsumen, tetapi juga memangkas jarak tempuh kendaraan.

Sebagai perbandingan, sebelum perang, uang senilai US$50 bisa membeli bensin di AS dapat membawa sedan keluarga menempuh sekitar 718 kilometer.

Kini, dengan nominal yang sama, jarak tempuh turun menjadi sekitar 536 kilometer.

Artinya, konsumen AS kehilangan sekitar 183 kilometer jarak tempuh, atau mengalami penurunan daya jelajah sekitar 25%.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik dapat dengan cepat merembet ke konsumen, mulai dari biaya mengisi bensin hingga biaya transportasi dan distribusi barang.

Dengan konflik yang masih menjadi sumber ketidakpastian pasar energi, harga bensin global berpotensi tetap menjadi salah satu tekanan utama terhadap daya beli masyarakat.

Berikut daftar harga BBM terbaru dan kenaikan tiap negara. Data yang dipakai adalah harga bensin RON 95.

Perbedaan harga tersebut terutama dipengaruhi oleh pajak dan subsidi BBM. Seluruh negara pada dasarnya mengakses harga minyak dari pasar internasional yang sama, tetapi masing-masing pemerintah menerapkan kebijakan pajak dan subsidi yang berbeda.

Akibatnya, harga yang dibayar konsumen di SPBU dapat berbeda sangat jauh antarnegara.

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |