4 Fakta Israel Kini Kuasai Penuh Tepi Barat Bikin Dunia Makin Murka

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel mengumumkan serangkaian langkah baru di wilayah Tepi Barat yang diduduki, yang dinilai akan mempercepat aneksasi de facto kawasan tersebut. Kebijakan ini memicu kecaman luas dari komunitas internasional karena dinilai semakin menekan warga Palestina dan melemahkan solusi dua negara.

Berikut empat fakta utama di balik langkah Israel yang membuat banyak negara dunia bereaksi keras, seperti dikutip AFP, Selasa (10/2/2026).

1. Pemukim Israel Kini Bisa Beli Tanah Secara Langsung

Pemerintah Israel mencabut aturan puluhan tahun yang melarang warga Yahudi membeli tanah secara langsung di Tepi Barat. Selama ini, transaksi tanah harus dilakukan melalui perusahaan perantara dan memerlukan izin khusus negara.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menegaskan kebijakan ini menyamakan status Tepi Barat dengan wilayah Israel lainnya. "Ini akan memungkinkan orang Yahudi untuk membeli tanah di Yudea dan Samaria persis seperti yang mereka lakukan di Tel Aviv atau Yerusalem," ujar Smotrich.

Organisasi pengawas anti-pemukiman Israel, Peace Now, menilai pencabutan aturan tersebut membuka jalan bagi ekspansi pemukiman secara masif. Saat ini, lebih dari 500.000 pemukim Israel tinggal di antara sekitar tiga juta warga Palestina di Tepi Barat.

2. Israel Perluas Kendali hingga Wilayah Otoritas Palestina

Langkah baru Israel juga memperluas kewenangan negara itu ke wilayah A dan B, yang berdasarkan Perjanjian Oslo berada di bawah administrasi Palestina atau kendali bersama. Smotrich menyebut perluasan ini terkait isu lingkungan, air, dan situs arkeologi.

Namun, para analis Palestina menilai kebijakan tersebut sebagai dalih untuk mengambil alih wilayah yang tersisa. "Israel ingin mengusir warga Palestina ke lahan-lahan kecil, pada dasarnya ke kota-kota besar mereka, menjadi daerah kantong," kata ilmuwan politik Palestina, Ali Jarbawi.

Kebijakan ini dinilai semakin melemahkan Otoritas Palestina. Keberadaan otoritas Palestina merupakan pemerintahan sementara menuju negara Palestina merdeka.

3. Warga Palestina Terancam Terjebak di Kantong Terisolasi

Dengan bertambahnya pemukiman dan perluasan otoritas Israel, wilayah tempat tinggal warga Palestina kian terfragmentasi. Para pengamat menyebut kondisi ini menciptakan kantong-kantong terisolasi yang sulit berkembang secara ekonomi maupun sosial.

Yonatan Mizrachi dari Peace Now menegaskan langkah Israel tersebut bukan sekadar administratif. "Ini adalah kebijakan yang secara aktif mendorong aneksasi," ujarnya.

Sepanjang 2025, pemerintah Israel telah menyetujui pembangunan rekor 52 pemukiman baru. Ini mempercepat perubahan demografi di Tepi Barat.

4. Situs Keagamaan Strategis Beralih ke Kendali Israel

Israel juga memperluas kontrol atas dua situs keagamaan utama di Tepi Barat selatan, yakni Makam Rachel dekat Bethlehem dan Gua Para Leluhur di Hebron, yang suci bagi Yahudi, Kristen, dan Muslim. Di Hebron, kewenangan izin pembangunan di sekitar Gua Para Leluhur atau Masjid Ibrahimi bagi umat Muslim, akan dialihkan ke COGAT, badan militer Israel.

Wakil Wali Kota Hebron, Asma al-Sharbati, menyebut kebijakan ini sebagai ancaman serius. "Ini adalah tren Israel yang paling berbahaya yang sedang berlangsung. Perluasan pemukiman terjadi sangat cepat," katanya.

(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |