Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan kawasan tambak udang raksasa di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat produksi nasional.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB. Haeru Rahayu mengatakan, produksi udang nasional saat ini berada di kisaran 1,2 juta hingga 1,3 juta ton per tahun dengan nilai ekonomi sekitar US$5,5 miliar. Nilai ekspor udang Indonesia tercatat mencapai US$1,6 miliar hingga US$2,2 miliar per tahun.
"Secara nasional, (produksi) udang itu sekitar US$5,5 miliar. Ekspornya saja US$1,6 miliar-US$2,2 miliar per tahun. Produksi kita sekarang di 1 jutaan, 1,2-1,3 juta ton per tahun," kata Haeru saat ditemui di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Namun, sekitar 67% hingga 70% ekspor udang Indonesia saat ini masih bergantung pada pasar Amerika Serikat (AS).
"Ekspor 67%-70% ke Amerika. Makanya isu Cesium 137 kemarin kan sangat berdampak," sebut dia.
Isu dimaksud adalah insiden yang membuat udang Indonesia sempat tak bisa masuk ke Amerika Serikat, buntut temuan otoritas pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (USFDA) pada produk udang beku milik PT Bahari Makmur Sejati (BMS) dan cengkih milik PT Natural Java Spice (Natural Java). Dari hasil uji sampel, USFDA menemukan kontaminasi radionuklida Cesium-137 (Cs-137).
Meski ditegaskan tidak ada produk terdeteksi positif yang beredar di pasar ritel AS, FDA bersama otoritas bea dan cukai AS tetap memerintahkan penarikan produk udang BMS dari gerai ritel dan pasar konsumen, sehingga berdampak pada kinerja ekspor.
Ke depan, KKP membuka peluang diversifikasi pasar ekspor. Selain Amerika Serikat, pemerintah tengah menjajaki pasar Eropa, Asia Timur, Jepang, Korea, hingga Timur Tengah.
"Ekspor sementara ini masih ke Amerika, tapi Ditjen PDSPKP sedang menjajaki ke Eropa, kemudian ke Asia Timur, Jepang, Korea, dan ke Timur Tengah," kata Haeru.
Di tengah kondisi tersebut, KKP mendorong penguatan produksi melalui pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu yang ditargetkan mulai beroperasi sebagian pada tahun ini.
"Itu (target pembangunan rampung) 2-3 tahunan. Tapi kita upayakan di tahun ini sudah ada sebagian yang sudah bisa dioperasionalkan. Kita dorong," jelasnya.
Pada tahap awal, Haeru menargetkan dua kluster dan/atau 256 petak tambak akan beroperasi duluan, dari total 12 kluster yang direncanakan.
"Dua klaster paling tidak beroperasi tahun ini, dari total 12 klaster. Dua klaster itu, satu klasternya 128 petak. Jadi kalau dua klaster, 256 petak," terang dia.
Jika seluruh kawasan beroperasi penuh, tambak udang Waingapu ditargetkan menghasilkan 52 ribu ton udang Vaname per tahun.
"Totalnya nanti kalau semua jadi 52 ribu ton per tahun," ucapnya.
Menurut Haeru, total investasi pembangunan tambak udang raksasa di Waingapu mencapai sekitar US$500 juta atau setara Rp7,2 triliun, melalui skema Kredit Swasta Asing (KSA) atau pinjaman luar negeri.
"(Tambak di Waingapu) sistemnya pinjaman, KSA atau kredit swasta asing, Rp7,2 triliun. Detailnya skema atau mekanismenya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kalau kami dapat duitnya kemudian menerima, dan membangun, itu tanggung jawab kami," ungkap Haeru.
Ia menyebut luas kawasan tambak di Waingapu jauh melampaui proyek serupa yang pernah dibangun KKP sebelumnya di Kebumen, Jawa Tengah. Haeru menyebut kawasan tambak di Kebumen hanya sekitar 100 hektare.
"Jauh, Kebumen cuma 100 hektare. Di sana (Waingapu) 2.000 hektare. Ini kan ada 20 kali lipatnya ya," kata dia.
"(Tambak udang di Waingapu) terbesar, terintegrasi. Nanti akan ada end to end-nya, ada hulu hilirnya, ada pembenihannya, ada pakannya, ada pabrik esnya, ada cold storagenya, ada segala macam. Semuanya didekatkan di sana. Sehingga menjadi betul-betul udang yang premium, dan harganya bagus," jelas Haeru.
Foto: Konferensi Pers terkait Stok dan Harga Ikan Aman Selama Ramadan 2026, di kantor KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Konferensi Pers terkait Stok dan Harga Ikan Aman Selama Ramadan 2026, di kantor KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
(dce)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































