Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
19 February 2026 17:40
Jakarta, CNBC Indonesia- Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai US$ 2,89 miliar. Angka itu naik 11,72% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara nominal, ada tambahan sekitar US$ 302,7 juta dalam satu tahun.
Lonjakan paling tajam datang dari kelompok HS 92 atau instrumen musik dan bagiannya. Tahun lalu nilainya nyaris nol. Pada 2025, ekspornya melonjak menjadi sekitar US$ 0,007 juta. Laju pertumbuhannya tercatat 14.024% secara tahunan.
Dalam struktur ekspor Indonesia ke Timur Tengah, angka ini relatif kecil dibanding otomotif atau produk pangan, tetapi percepatannya paling tinggi. Artinya ada pembukaan pasar baru atau kontrak dagang baru yang sebelumnya belum terbentuk.
Dari sisi mekanisme, ekspor alat musik biasanya berbasis pesanan proyek, distribusi ritel modern, atau suplai untuk kegiatan hiburan dan pendidikan. Arab Saudi beberapa tahun terakhir agresif mengembangkan sektor hiburan dan industri kreatif sebagai bagian dari transformasi ekonominya. Ketika belanja sektor tersebut meningkat, permintaan produk pendukung ikut terdorong. Indonesia masuk pada momentum yang tepat.
Komoditas terbesar kedua dalam daftar pertumbuhan adalah kendaraan bermotor dan komponennya (HS 98).
Nilai ekspornya menembus US$ 0.017 Juta pada 2025, dengan kenaikan sekitar 1.403% dibanding tahun sebelumnya. Ini sektor bernilai tinggi. Tambahan kecil secara persentase berarti ratusan juta dolar secara nominal. Industri otomotif nasional mendapatkan ruang ekspansi di luar pasar tradisional Asia Tenggara.
Produk pangan tetap solid. Binatang hidup mencatat ekspor US$ 0.002 juta dengan pertumbuhan sekitar 353%. Ikan dan produk perairan lain berada di kisaran US$ 14.652 juta dengan kenaikan lebih dari 330.86%. Permintaan protein hewani di Arab Saudi stabil karena faktor konsumsi domestik dan kebutuhan industri pengolahan. Indonesia berada pada posisi pemasok alternatif di tengah dinamika perdagangan global.
Ada pula kapal dan struktur terapung yang naik signifikan secara persentase, serta kendaraan udara dan komponennya yang menyentuh lebih dari US$ 485 juta. Nilai aluminium dan barang turunannya US$ 0.927 juta.
Pasar Arab Saudi sedang menyerap barang konsumsi, barang industri, dan barang proyek dalam waktu bersamaan. Bagi Indonesia, ruang ini membuka peluang diversifikasi risiko ekspor yang selama ini banyak bertumpu pada kawasan tertentu.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)

2 hours ago
3















































