Amran Beri Beasiswa Rp 50 Juta untuk Anak ASN Korban KKB Papua

19 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Sebanyak empat anak korban mendapatkan beasiswa dari Kementan. Bantuan tersebut diberikan agar pendidikan anak-anak korban tetap terjamin meski mereka telah kehilangan orang tua saat menjalankan tugas negara.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, masing-masing anak mendapatkan beasiswa sebesar Rp50 juta. Jika dihitung bersama bantuan untuk keluarga korban, total dana yang disalurkan mencapai Rp300 juta.

"Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita satu orang Rp 50 juta, totalnya dengan keluarganya Rp 300 juta. Hari ini kita serahkan, langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap," kata Amran saat penyerahan beasiswa di kantornya, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Amran mengatakan, bantuan tersebut dapat digunakan sebagai tabungan untuk kebutuhan pendidikan, baik sekolah maupun kuliah. Pemerintah berharap anak-anak korban tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat penyerahan beasiswa di kantornya, Jakarta, Selasa (22/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat penyerahan beasiswa di kantornya, Jakarta, Selasa (22/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat penyerahan beasiswa di kantornya, Jakarta, Selasa (22/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Selain bantuan pendidikan, Kementan juga mengupayakan pekerjaan bagi anak korban yang telah menyelesaikan pendidikan. Sebanyak tiga anak korban yang sudah lulus pendidikan tinggi mendapat kesempatan bekerja di Perum Bulog. Kesempatan tersebut telah disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bulog Achmad Rizal Ramdhani.

"Ada tiga orang anak yang ditinggalkan yang sudah selesai (pendidikan) kita pekerjakan, diterima kerja di Bulog. Terima kasih, Pak Dirut, yang masih sekolah kita beri beasiswa," ujarnya.

Sebelumnya, tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Wli Mbuik (25), tewas dalam serangan kelompok bersenjata pada Rabu (9/9/2026).

Ketiganya tengah menjalankan tugas, mulai dari menyalurkan bantuan ternak, mengecek lahan cetak sawah, hingga melakukan penyuluhan peternakan kepada masyarakat.

Ketiga ASN tersebut disebut sempat dihadang kelompok bersenjata ketika melintas di Distrik Muliama. Tidak lama kemudian terdengar suara letusan senjata api dan ketiganya menjadi korban penembakan.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |