AS-Israel Bunuh Seribu Lebih Warga Sipil di Iran dan Bom Belasan Rumah Sakit

2 hours ago 2

Pemerintahan Trump dan militer AS tak menunjukkan penyesalan atas korban sipil.

TEHERAN (Waspada.id): Lebih dari 1.000 warga sipil telah terbunuh dalam lima hari pertama pemboman AS-Israel di Iran. Angka ini termasuk 181 anak-anak di bawah usia sepuluh tahun, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS.

Kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan laporan mengenai 1.230 kematian warga sipil dan lebih dari 5.000 orang terluka sejauh ini dalam perang yang dimulai pada Sabtu dini hari dengan gelombang serangan udara besar-besaran di seluruh negeri yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan para pemimpin militer dan politik Iran lainnya.

Dikatakan bahwa 880 kematian tambahan yang dilaporkan saat ini sedang ditinjau untuk verifikasi dan klasifikasi.

Jumlah kematian di Iran termasuk 175 siswi dan staf dalam serangan rudal pada hari Sabtu di sebuah sekolah di Minab. Serangan di sekolah lain menewaskan dua orang. Sementara serangan AS terhadap kapal Iran yang sedang berlayar di Samudera Hindia menewaskan lebih dari 80 orang.

Aljazirah melansir pada Kamis. Kementerian Kesehatan Iran mengatakan 11 rumah sakit, tujuh pusat gawat darurat, sembilan ambulans dan empat fasilitas medis lainnya rusak akibat serangan AS-Israel terhadap Iran.

Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah memverifikasi lebih dari 10 serangan terhadap infrastruktur kesehatan Iran di tengah kampanye AS-Israel, menewaskan empat petugas kesehatan dan melukai 25 orang. “WHO telah memverifikasi 13 serangan terhadap layanan kesehatan di Iran dan satu di Lebanon,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers.

Pejabat WHO lainnya pada pengarahan yang sama menambahkan bahwa empat ambulans juga terkena dampaknya dan bahwa rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya mengalami kerusakan ringan akibat serangan di dekatnya.

HRANA mengatakan, “berbagai lokasi dan infrastruktur, termasuk beberapa pangkalan militer, dua pusat kesehatan, dan satu kawasan pemukiman,” terkena serangan udara antara tanggal 2 Maret dan 3 Maret, termasuk laporan kerusakan pada Rumah Sakit Shohada di Sarpol-e Zahab dan rumah sakit lapangan di Salas-e Babajani.

Kelompok tersebut menambahkan bahwa serangan tersebut mungkin melanggar hukum humaniter, namun menyatakan bahwa ini adalah “temuan awal dan masih harus diverifikasi.”

Sedangkan Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa calon penerus Ali Khamenei akan terbunuh seiring dengan meningkatnya konflik dengan Iran.

“Kepemimpinan mereka berkembang pesat. Semua orang yang ingin menjadi pemimpin, mereka akhirnya mati,” kata Trump pada hari Rabu.

Trump mengatakan Amerika Serikat berada dalam “posisi yang sangat kuat” dalam konflik tersebut dan memuji kekuatan militer negara tersebut.

“Ada yang bilang di skala 10, di mana kamu menilainya? Saya bilang di skala 15,” katanya. “Kami memiliki militer terhebat di dunia sejauh ini,” tambah Trump. “Jadi kami berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang.”

Ketika dimintai komentar mengenai klaim jumlah korban sipil, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengarahkan media untuk membaca komentar Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM pada hari Selasa.

“Kami baru saja memulai,” kata Cooper dalam video yang diposting ke media sosial.

Dia juga mengatakan bahwa AS telah mencapai hampir 2.000 sasaran dalam 100 jam pertama operasinya. Di Lebanon, kementerian kesehatan negara itu mengatakan serangan Israel di sana telah menewaskan 72 orang dan membuat lebih dari 83.000 orang mengungsi.

Berita ini muncul ketika Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan serangan udara akan meningkat di seluruh Iran, dan mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa pasukan AS mengirimkan “kematian dan kehancuran dari langit sepanjang hari.”

“Pejuang kami memiliki otoritas maksimum yang diberikan secara pribadi oleh presiden dan saya,” kata Hegseth. “Aturan keterlibatan kami sangat berani, tepat, dan dirancang untuk melepaskan kekuatan Amerika, bukan membelenggunya. Ini tidak pernah dimaksudkan sebagai pertarungan yang adil. Dan ini bukan pertarungan yang adil. Kami memukul mereka ketika mereka sedang terpuruk, dan itulah yang seharusnya terjadi.”

Sementara itu, pasukan penjajahan Israel (IDF) mengatakan pihaknya telah memulai serangan skala besar yang menargetkan sasaran rezim Iran di Teheran” dalam sebuah pernyataan pada Rabu pagi. Video dari Teheran menunjukkan ledakan besar di ibu kota pada hari Rabu. Televisi pemerintah Iran mengatakan upacara berkabung untuk Khamenei telah ditunda karena serangan udara intensif di kota tersebut.

Sedangkan serangan balasan Iran telah menghantam pangkalan dan konsulat AS di Timur Tengah sejak Sabtu, serta wilayah sipil di negara-negara Teluk dan Israel.

Serangan-serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 11 orang di Israel, termasuk sembilan orang dalam serangan rudal Iran di Beit Shemesh pada 1 Maret. Sementara enam anggota militer AS tewas akibat serangan Iran di Kuwait. Di Bahrain, satu orang tewas setelah kebakaran terjadi di Salman ⁠Kota Industri Bahrain setelah intersepsi rudal.

Di Kuwait, empat orang, termasuk dua tentara Kuwait, tewas dalam serangan Iran di negara tersebut. Di Oman, satu orang ⁠tewas setelah proyektil menghantam kapal tanker produk berbendera Kepulauan Marshall di lepas pantainya. Di UEA, tiga orang tewas.(rep)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |