AS Janjikan "Hujan Petaka" dari Langit, Iran Sebut Mentalitas NAZI

7 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) secara terbuka mengklaim keberhasilan operasi militer terhadap Iran, bahkan menegaskan bahwa Washington tengah menghancurkan pemerintahan di Teheran "tanpa belas kasihan". Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya korban jiwa, termasuk ratusan warga sipil, sejak perang antara AS, Israel, dan Iran memanas dalam beberapa hari terakhir.

Berbicara kepada wartawan pada Rabu (4/3/2026) waktu setempat, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan militer AS telah melonggarkan aturan keterlibatan tempur dan kini beroperasi dengan sedikit pembatasan di wilayah udara Iran.

"Para pemimpin Iran melihat ke atas dan hanya melihat kekuatan udara Amerika Serikat dan Israel setiap menit, setiap hari, sampai kami memutuskan bahwa semuanya selesai, dan Iran tidak akan bisa berbuat apa pun tentang hal itu," kata Hegseth, dilansir Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa jet tempur AS yang beroperasi di atas Iran kini "mengendalikan langit, memilih target", serta membawa "kematian dan kehancuran dari langit, sepanjang hari".

"Ini tidak pernah dimaksudkan menjadi pertarungan yang adil, dan memang bukan pertarungan yang adil," ujar Hegseth. "Kami memukul mereka saat mereka sudah terjatuh, dan memang begitulah seharusnya."

Pernyataan tersebut langsung memicu kecaman keras dari Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menilai pernyataan Hegseth sebagai pengakuan terbuka atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Hanya mentalitas NAZI yang dapat dengan dingin melepaskan kematian dan kehancuran terhadap bangsa lain hanya untuk 'memuaskan keinginan' atasannya," tulis Baghaei dalam unggahan di platform X.

Namun nada keras dari Washington tidak berhenti di situ. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian menggemakan pernyataan Menteri Pertahanan tersebut dalam kesempatan terpisah pada hari yang sama.

"Dalam beberapa jam ke depan, kami akan mencapai dominasi di langit, yang berarti militer Amerika Serikat akan menghujani Iran dengan rudal dan senjata untuk menghantam target-target spesifik yang telah diidentifikasi sebagai sangat penting untuk dilumpuhkan oleh Departemen Perang," kata Leavitt.

Hanya mentalitas NAZI yang dapat dengan dingin melepaskan kematian dan kehancuran terhadap bangsa lain hanya untuk 'memuaskan keinginan' atasannya.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei

Tuduhan Serangan terhadap Target Sipil

Pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa banyak serangan yang dilakukan AS dan Israel menyasar target sipil di berbagai wilayah negara itu, termasuk sekolah dan rumah sakit.

Baghaei pada Rabu memerinci sejumlah insiden yang menurutnya merupakan serangan gabungan AS-Israel terhadap lokasi sipil, seperti gedung perumahan, pasar jalanan, hingga pusat layanan medis.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada jam-jam awal kampanye militer AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari. Saat itu, sebuah serangan udara menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran selatan, menewaskan 165 orang.

Menanggapi insiden tersebut, Leavitt mengatakan Pentagon tengah menyelidiki kejadian itu.

"Saya menegaskan kembali bahwa Departemen Perang dan angkatan bersenjata Amerika Serikat tidak menargetkan warga sipil," ujarnya kepada wartawan.

Dalam pengarahan sebelumnya pada hari yang sama, Pentagon juga menampilkan peta yang menggambarkan serangan AS di Iran selama 100 jam pertama ofensif. Berdasarkan grafik tersebut, dua serangan tampak terjadi di atau dekat kota Minab.

Perang Meluas di Kawasan

Sejak konflik meletus, AS dan Israel telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Kedua negara juga menyerang kapal-kapal Iran dan instalasi militer di berbagai wilayah.

Namun konflik yang dengan cepat berubah menjadi perang kawasan itu belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Iran sendiri dituduh meluncurkan rudal dan drone ke target sipil di kawasan Teluk, termasuk fasilitas energi, hotel, dan bandara.

Meskipun ribuan serangan udara telah dilakukan oleh AS dan Israel, struktur kekuasaan Iran sejauh ini masih bertahan. Tidak terlihat adanya tantangan internal yang signifikan terhadap sistem Republik Islam yang berkuasa di negara tersebut.

Di tengah penderitaan, kehancuran, dan gelombang pengungsian besar-besaran yang makin meluas di Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump justru memuji jalannya operasi militer tersebut.

"Dan kami melakukannya dengan sangat baik di medan perang, kalau boleh saya katakan secara sederhana," kata Trump.

"Seseorang bertanya, 'Dalam skala 10, bagaimana Anda menilainya?' Saya menjawab sekitar 15," tuturnya.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |