AS Rusuh Saling Tuduh, 2 Bebek Mati di Kolam Kebanggaan Donald Trump

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah tak kunjung usai menerpa monumen kolam refleksi di Washington D.C. Dua ekor bebek ditemukan mati mengapung di permukaan monumen nasional yang baru direnovasi dan dibanggakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut.

Kolam seluas lebih dari 8 hektare ini menjadi sorotan sejak April 2026. Saat itu, Trump mengumumkan proyek renovasi untuk melapis ulang dasar kolam dengan warna khusus yang ia sebut "biru bendera Amerika".

Proyek ini langsung menuai kritik dari kelompok pelestari lingkungan dan sejarah. Mereka sampai melayangkan gugatan ke pengadilan karena menilai proses renovasi mengubah tampilan asli situs bersejarah yang seharusnya dilestarikan.

Begitu kolam diisi ulang dengan air setelah pengecatan, masalah pertama yang muncul adalah lumut hijau yang tumbuh sangat cepat dan menyelimuti permukaan air hanya dalam hitungan hari. Trump padahal menyebut lapisan biru "warna bendera Amerika" akan membuat air tetap jernih dan memantulkan monumen dengan sempurna.

Namun kondisi air justru menjadi keruh, kadar oksigen menurun drastis, dan bakteri berkembang biak subur-faktor yang diduga kuat menjadi penyebab utama kematian satwa air, termasuk dua bebek terbaru ini.

Petugas kebersihan menguras sebagian besar air di Kolam Refleksi Monumen Lincoln di Amerika Serikat setelah diduga menjadi objek tindakan vandalisme pada Minggu (21/6/2026). (REUTERS/Aaron Schwartz)(REUTERS/Aaron Schwartz) Foto: Petugas kebersihan menguras sebagian besar air di Kolam Refleksi Monumen Lincoln di Amerika Serikat setelah diduga menjadi objek tindakan vandalisme pada Minggu (21/6/2026). (REUTERS/Aaron Schwartz)

Masalah makin rumit saat lapisan cat dasar kolam mulai mengelupas dan lepas menjadi serpihan-serpihan kecil yang terapung atau mengendap di dasar.

Proyek senilai US$14,8 juta ini dikerjakan tanpa lelang terbuka dan tanpa penilaian kelayakan lingkungan secara ketat. Pengamat lingkungan menduga zat kimia dari cat yang larut ke air ikut mencemari ekosistem, membuat air tak layak huni bagi bebek dan ikan, serta berisiko bagi kesehatan manusia.

Kontroversi lain adalah tindakan aparat yang menangkap sejumlah warga yang berusaha mengambil atau sekadar menyentuh serpihan cat tersebut. Hingga kini, sedikitnya 5 orang ditahan dan 5 lainnya mendapat surat peringatan, dengan tuduhan merusak aset negara.

Salah satu yang ditangkap adalah mantan atlet Olimpiade, David Hearn, yang mengaku hanya ingin memeriksa kondisi lapisan yang terlihat rusak. Kritikus menilai ini tindakan berlebihan, sebab kolam adalah fasilitas umum yang selama ini boleh diakses dan didekati pengunjung.

President-elect Joe Biden and his wife Jill Biden are joined by Vice President-elect Kamala Harris and her husband Doug Emhoff during a COVID-19 memorial event at the Lincoln Memorial Reflecting Pool, Tuesday, Jan. 19, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)Presiden AS terpilih Joe Biden dan istrinya Jill Biden ditemani oleh Wakil Presiden terpilih Kamala Harris dan suaminya Doug Emhoff dalam acara peringatan COVID-19 di Lincoln Memorial Reflecting Pool, Selasa, 19 Januari 2021, di Washington. (AP / Evan Vucci)

Menurut The Hill, temuan 2 bangkai bebek membuat kontroversi terus berlangsung, terutama kekhawatiran soal kondisi air di kolam refleksi.

Ini bukan kali pertama bebek mati di tempat ini. Sebelumnya pada tahun 2017, lebih dari 80 ekor bebek tewas akibat serangan parasit dan kualitas air yang buruk, memaksa pengelola menguras seluruh isi kolam untuk pembersihan total.

Namun, kematian dua ekor bebek kali ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah penyebabnya adalah renovasi yang digagas Trump? Beberapa pandangan menilai proses renovasi yang sedang berlangsung mengganggu sirkulasi air, menurunkan kadar oksigen, sehingga menyebarkan zat berbahaya ke dalam ekosistemnya taman nasional.

Pihak Taman Nasional AS sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian satwa ini. Sementara itu, pengamat lingkungan menilai insiden ini menjadi bukti bahwa perubahan mendadak pada struktur dan sistem air kolam dapat merusak keseimbangan alam yang sudah terbentuk puluhan tahun.

Selain soal satwa, kolam ini kini juga menjadi ajang perselisihan politik. Pihak yang menentang proyek ini menyebut peristiwa kematian bebek sebagai tanda bahwa rencana perombakan tidak mempertimbangkan aspek lingkungan. Sebaliknya, pendukung proyek berargumen bahwa perbaikan diperlukan agar kolam tetap kokoh dan layak dikunjungi jutaan orang setiap tahunnya.

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah pekerjaan akan diperlambat atau dihentikan sementara menunggu hasil pemeriksaan.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |