AS Tarik Kapal Induk Terbesar di Dunia dari Timur Tengah

3 hours ago 1
Internasional

23 Maret 202623 Maret 2026

AS Tarik Kapal Induk Terbesar di Dunia dari Timur Tengah Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford yang merupakan kapal induk terbesar di dunia.tangkapan layar reuters

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang menjadi bagian dari operasi militer mereka di Timur Tengah ditarik kembali.

Mengutip dari AFP, Senin (23/3), kapal induk terbesar di dunia itu ditarik untuk kembali ke basis mereka di perairan Kreta, Yunani.

“Menarik kapal Ford dari medan perang untuk jangka waktu yang signifikan berarti mengurangi dukungan AS terhadap upaya perang,” kata Direktur Program Kebijakan Global Universitas Pennsylvania di Washington, AS, Daniel Schneiderman.

“Peran Ford dalam pertahanan Israel sangat signifikan,” katanya.

Dia menerangkan USS Gerald Ford disokong kekuatan beberapa kapal yang menyertainya-yang memiliki kemampuan pertahanan udara utama jika tetap berada di dekat Israel. Dengan kepergian USS Gerald Ford, maka “dampak operasional jangka pendek dari kepergiannya agak berkurang.”

Sebelumnya Senator AS, Mark Warner yang merupakan Wakil KEtua Komite Intelijen Senat sempat mengkritik penempatan kapal itu di Timur Tengah.

Pasalnya, kapal itu sudah hampir setahun berada di lautan. Mereka, katanya, harus membayar ambisi pribadi Trump.

Kapal Ford dan awaknya telah didorong ke ambang batas setelah hampir setahun di laut, dan mereka telah membayar harga atas keputusan militer Presiden Donald Trump yang sembrono,” katanya.

Sementara itu, pada hari ini Trump mengumumkan penundaan pelaksanaan ancaman gelombang serangan ke Iran.

Hal itu dilakoninya setelah pembicaraan yang diklaimnya sedang dilakukan antara AS dan Iran. Dalam pernyataannya pada Senin (23/3), menurut Trump pembicaraan dengan Iran itu ‘sangat baik’ untuk mengakhiri perang Timur Tengah yang telah berlangsung selama sekitar tiga pekan terakhir.

Trump pun menegaskan menunda ancaman serangan AS terhadap pembangkit listrik Iran. Dia menantikan langkah selanjutnya, sehingga memutuskan menunda pelaksanaan ancamannya selama lima hari ke depan.

Lewat unggahan di akun media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengklaim “percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah” dengan Iran itu telah digelar selama dua hari terakhir.

“Berdasarkan nada dan isi percakapan mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu, saya telah menginstruksikan departemen perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” katanya dengan huruf kapital di halaman Truth Social miliknya seperti dikutip dari AFP.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait pengumuman Trump itu.

Sementara itu Israel, dikutip dari Aljazeera, mengumumkan meluncurkan gelombang serangan lain ke Teheran, ibu kota Iran.(cnni)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |