BI: Penjualan Eceran Balik Positif, Tumbuh 0,7% di Juni 2026

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengklaim Survei Penjualan Eceran (SPE) Juni 2026 mengindikasikan kinerja penjualan eceran relatif stabil. BI kinerja penjualan eceran pada Juni 2026 mencatatkan pertumbuhan menjadi 0,7% (mtm) dari sebelumnya terkontraksi sebesar 1,5% (mtm) pada Mei 2026.

"Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja pada Kelompok Barang Lainnya, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya yang masing-masing tumbuh 6,9% (month to month/mtm), 3,7% (mtm), dan 2,8% (mtm) setelah pada Mei 2026 masing-masing terkontraksi sebesar 9,2% (mtm), 4,7% (mtm), dan 0,7% (mtm)," tulis BI dalam laporannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Selain itu, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 3,5% (mtm) dan 0,1% (mtm). Perkembangan tersebut didorong oleh terjaganya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.

Pada Juni 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 225,0. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya.

Adapun, penjualan eceran pada Juli 2026 mendatang diprakirakan meningkat. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 0,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sehingga mencapai level 224,4.

Peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, disertai pertumbuhan positif pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan menurun sebesar -0,3% (mtm), dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah. Meski demikian, kinerja penjualan pada Juli 2026 tersebut lebih baik dibandingkan Juli 2025 yang turun -4,1% (mtm).

"Pada Juni 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 225,0. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya," katanya.

Dari sisi harga, BI mencatat tekanan inflasi pada September 2026 diprakirakan menurun, sementara pada Desember 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Agustus 2026 sebesar 178,0.

Sementara itu, IEH Desember 2026 diprakirakan sebesar 168,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH November 2026 sebesar 167,5.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |