Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
13 May 2026 17:10
Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan kondisi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir mulai mempengaruhi struktur masyarakat Indonesia.
Pergeseran terlihat dari komposisi penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari kelompok miskin, rentan, hingga kelas menengah. Di tengah pemulihan ekonomi, distribusi masyarakat antar kelompok ekonomi menunjukkan dinamika yang terus berubah.
Melansir dari data susenas, yang diolah oleh Mandiri Institute, proporsi kelas menengah tercatat turun dari 21,4% pada 2019 menjadi 16,6% pada 2025. Penurunan ini terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi masih dirasakan oleh masyarakat.
Proporsi kelas menengah mencapai 0,4%, hampir stagnan dalam tujuh tahun. Mereka adalah yang kelas ekonominya lebih dari 19 kali garis kemiskinan atau lebih dari Rp10.355.721
Pada saat yang sama, penduduk yang menuju kelas menengah, meningkat menjadi 50,4% pada 2025. Artinya, semakin banyak masyarakat berada di posisi transisi yang rentan turun kelas apabila terkena guncangan ekonomi maupun penurunan pendapatan.
Sementara itu, penduduk kelas rentan masih bertahan di kisaran 24%, sedangkan proporsi penduduk miskin turun tipis menjadi 8,5%. Meski angka kemiskinan relatif terkendali, pelemahan kelas menengah tetap menjadi perhatian karena kelompok ini merupakan penggerak utama konsumsi nasional.
Klasifikasi kelas ekonomi pada data di atas, menggunakan acuan pengeluaran per kapita setiap bulan, yang dibandingkan Garis Kemiskinan (GK) nasional sebesar Rp609.160 per Maret 2025.
(mae/mae)
Addsource on Google

1 hour ago
3

















































