WBSA Masuk HSC Sebulan Setelah IPO, OJK dan BEI Soroti Ini

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Masuknya PT BSA Logistic Tbk (WBSA) ke dalam daftar high shareholding concentration (HSC) menjadi sorotan. Pasalnya, WBSA masuk HSC kurang dari sebulan setelah melantai di bursa.

Diketahui, WBSA melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 10 April 2026. Tak lama setelah itu, WBSA masuk HSC pada 7 Mei 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, perhitungan HSC dilakukan seusai WBSA melakukan IPO. Sementara dari segi free float, perusahan pun telah memenuhi aturan batas minimum free float terbaru sebesar 15%.

"Setelah IPO baru dihitung. Karena kan IPO-nya mengikuti ketentuan. Jadi sekali lagi free float-nya cukup dan sebagainya. Tapi kemudian kita lihat ternyata ada konsentrasi kepemilikan atau tidak," ungkap Hasan, ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (13/5/2026).

Meski begitu, Hasan menekankan ketetapan status HSC tidak tergolong pelanggaran di pasar modal. Data ini bisa menjadi peringatan dini bagi investor mengingat saham kategori ini memiliki volatilitas harga yang sangat tinggi.

Di sisi lain, PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya tengah mengawasi secara ketat pergerakan saham WBSA. Meski emikian, pendistribusian saham WBSA disebut masih sejalan dengan ketentuan pasar modal.

"Itu nanti akan oleh pengawas untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Bagaimana proses distribusi pada saat IPO, dan kemudian juga kita perhatikan bagaimana transaksi di pasar sekundernya," jelas Jeffrey.

Berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi per 7 Mei 2026, saham WBSA tercatat dikuasai oleh sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat mengendalikan 95,82% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.

"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin, (11/5/2026).

Jika menilik susunan pemegang saham per 30 April 2026, pemegang saham terbesar WBSA adalah Tija Beruang Kaliornia Pte. Ltd dengan kepemilikan 6,35 miliar saham atau setara 79,01%. Sementara itu, kepemilikan masyarakat non-warkat mencapai 1,8 miliar saham atau 20,75%, sedangkan masyarakat dalam bentuk warkat hanya sebanyak 21,02 juta saham atau 0,24%.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |