Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) resmi melakukan perombakan susunan direksi dan juga melakukan transformasi bisnis hilirnya per 1 Februari 2026 lalu.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan, terdapat perubahan posisi pada jajaran direksi persero atau holding, khususnya pada sektor keuangan dan strategi pengembangan usaha.
Pada 4 Februari 2026 lalu RUPS Pertamina resmi mengangkat Mega Satria sebagai Direktur Keuangan Pertamina, menggantikan Emma Sri Martini. Mega Satria sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga.
Sementara Emma Sri Martini kini didapuk sebagai Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina.
"Direktur Keuangan saat ini dijabat oleh Bapak Mega Satria, di sebelah kiri saya. Beliau sebelumnya adalah Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya. Dan Direktur Keuangan sebelumnya, Ibu Emma Sri Martini, saat ini berganti tugas menjadi Direktur SPPU (Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha). Dengan demikian, di struktur di Holding hanya ada dua perubahan, yang lainnya masih tetap sama," ungkap Simon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Secara paralel, Pertamina juga melakukan integrasi pada lini bisnis hilirnya. Perusahaan membentuk entitas baru bernama Sub Holding Downstream yang menggabungkan tiga anak usaha di bisnis hilir, yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan sebagian bisnis dari PT Pertamina International Shipping (PIS).
Adapun PT Pertamina Patra Niaga (PPN) saat ini menjadi entitas penerima penggabungan tiga perusahaan tersebut.
"Langkah terbaru yang kami lakukan adalah akhirnya kami menggabungkan integrasi bisnis hilir kami. Sub Holding Downstream ini sudah go live sejak 1 Februari 2026, dan pengukuhan pengurusnya pada 4 Februari 2026," jelasnya.
Dengan begitu, lanjutnya, Pertamina saat ini memiliki lima sub holding utama, yaitu Sub Holding Upstream/Hulu, Sub Holding Power & New Renewable Energy (PNRE), Sub Holding Gas, Sub Holding Downstream, dan PT PIS yang masih berdiri sendiri untuk segmen tertentu.
Simon menargetkan integrasi penuh bisnis perkapalan dan logistik ke dalam Sub Holding Downstream ini akan rampung pada kuartal akhir tahun ini.
"PT Pertamina International Shipping masih ada, karena yang masuk ke Sub Holding Downstream ini baru yang captive market. Dan kami targetkan untuk yang non-captive market itu di bulan Oktober 2026 sudah selesai dan semua kita harapkan sudah bisa bergabung semuanya ke Sub Holding Downstream," tandasnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1















































