Jakarta, CNBC Indonesia-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia pada triwulan 2-2026 tetap resilien di tengah dinamika global, dengan pertumbuhan sebesar 5,29 persen (y-on-y). Di tingkat provinsi, sebanyak 17 dari 38 provinsi mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional. Lima provinsi dengan pertumbuhan tertinggi adalah Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara.
Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, sebesar 15,35 persen (y-on-y). Aktivitas industri masih menjadi motor utama dalam perekonomian Maluku Utara.
"Industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 48,93 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara. Dengan peran yang besar tersebut, sektor ini mampu tumbuh 35,84 persen (y-on-y) dan memberi sumber pertumbuhan sebesar 13,95 persen," jelas Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Nusa Tenggara Barat mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua, sebesar 7,41 persen (y-on-y). Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas pertambangan yang tumbuh 30,57 persen (y-on-y), serta industri pengolahan yang tumbuh 7,45 persen seiring meningkatnya aktivitas smelter konsentrat bijih tembaga pada triwulan II-2026.
Hal serupa terjadi di Kepulauan Riau dan Gorontalo. Di Kepulauan Riau, industri pengolahan tumbuh hingga 6,11 persen (y-on-y), sementara di Gorontalo tumbuh kuat hingga i33,34 persen (y-on-y).. Sementara itu, di Sulawesi Tenggara, industri pengolahan tumbuh hingga 14,78 persen (y-on-y) dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,48 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa provinsi-provinsi dengan pertumbuhan industri pengolahan yang kuat cenderung mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada triwulan 2-2026. Ini mengindikasikan bahwa industrialisasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah,termasuk 5 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan 2-2026," tutup Amalia.
(mij/mij)
[Gambas:Video CNBC]

8 hours ago
1

















































