Buka Bazar Ramadhan Di Lhokseumawe, Menteri Ekraf Lirik Mukena Produksi Ibu-ibu Korban Banjir

8 hours ago 4
AcehEkonomi

25 Februari 202625 Februari 2026

Buka Bazar Ramadhan Di Lhokseumawe, Menteri Ekraf Lirik Mukena Produksi Ibu-ibu Korban Banjir Usai membuka resmi kegiatan Bazar Ramadhan di Lapangan Hirak Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku. Riefky Hqrsya ditemani Wali Kota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar meninjau sejumlah stand, Rabu (25/2). Waspada.id/Zainuddin Abdullah

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Usai membuka resmi kegiatan Bazar Ramadhan di Lapangan Hirak Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya melirik mukena produksi ibu-ibu korban banjir.

Menteri Ekonomi Kreatif membuka resmi kegiatan Bazar Ramadhan yang ditandai dengan memukul alat musik gendang rebana bersama Wali Kota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar dan pejabat lainnya.

Saat meninjau sejumlah stand di lapangan Hirak, Menteri Ekraf melirik mukena hasil produksi para ibu korban banjir binaan Dinas Kerajinan Nasional Daerah. “Kalau tidak salah saya misalnya Dinas Kerajinan Nasional Daerah yang dalam pembuatan mukena-mukena dengan melibatkan ibu-ibu yang terdampak dari bencana. Hal ini bagian untuk mengaktivasi kembali hasil karya kreativitas di daerah-daerah terdampak bencana,” tuturnya.

Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya juga mengapresiasi upaya Wali Kota Lhokseumawe dan siap berkolaborasi untuk mendukung industri kreatif daerah.

Menteri mengaku bagi daerah terdampak bencana pasti ada tantangannya dan butuh waktu untuk me-recoverynya. Semua pihak
harus berkolaborasi, baik itu di lintas kementerian di pusat maupun dinas-dinas di daerah. Di samping itu, untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat sangat dibutuhkan sinerginya kolaborasi dengan seluruh pihak.

Menteri menjelaskan, tugas Kementerian Ekonomi Kreatif dengan kepala daerah ketika berkolaborasi tugasnya adalah berusaha mencari loker Hero atau brand lokal untuk mendorong masuk ke pasar nasional. Kemudian dari pasar nasional mencari championnya, pemenangnya untuk dibawa ke pasar global. Tentunya bisa dari berbagai macam sektor baik brand fashion, brand kuliner, brand dari gamer buatan anak Indonesia atau aplikasi buatan Indonesia atau film buatan anak Indonesia atau bahkan musik dan seterusnya.

Karena negara-negara yang berkembang ekonomi kreatifnya seperti Korea Selatan, Jepang, India, Amerika, Malaysia dan Vietnam. Maka untuk masuk ke pasar global dan negara yang mempunyai potensi ekonomi kreatif, ciri-cirinya adalah negara-negara yang mempunyai akar budaya kuat.

Kalau akar budaya itu adalah hulunya, maka hilirnya itu akar budaya yang diberi sentuhan inovasi teknologi kreativitas. Contohnya Amerika menggunakan ekonomi kreatif dari sektor perfilman berikutnya India dengan Bollywood, kemudian ikut sektor fashionnya kulinernya dan sebagainya, Jepang juga seperti itu mulai dari animenya, fashion, kulinernya, dan music. Terlebih lagi, tren dunia sekarang akan berputar mencari negara-negara yang akar budaya kuat.

“Bagaimana dengan kreativitas kita, produk ekonomi kreatif semakin berkembang dan bisa masuk ke pasar global, itu yang menjadi semangatnya. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dapat yang membangkitkan tren lokal dari Lhokseumawe untuk nasional. Setelah masuk ke pasar nasional bisa masuk ke pasar regional dan global,” harap Teuku Riefky Harsya.

Menteri berharap bazar Ramadhan tidak berhenti sebagai kegiatan musiman tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi masyarakat dan membuka lebih banyak lagi peluang usaha ke depan.

Pada kesempatan itu, dalam sambutannya, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar mengatakan pihaknya menyambut baik dukungan Menteri Ekonomi Kreatif yang membantu mendongkrak ekonomi rakyat pasca bencana

Sayuti menyebutkan berkat hasil lobi yang dilakukan salah satu putra Kota Lhokseumawe, akhirnya Menteri Ekonomi Kreatif membantu dana segar senilai Rp600 juta untuk pelaksanaan Bazar Ramadhan. “Pak menteri bilang uang Rp600 juta yang diterima Kota Lhokseumawe adalah jumlah paling besar yang pernah diterima dibanding daerah lain di Indonesia,” paparnya. (id72)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |