BYAN Buka Suara Soal Rumor Haji Isam Mau Akuisisi 62,2% Saham

6 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara terkait rumor pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bakal mengambil alih sekitar 62,2% saham perseroan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 18 Agustus 2026, manajemen BYAN menegaskan hingga saat ini perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2% saham BYAN oleh Haji Isam maupun pihak yang terafiliasi dengannya.

"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," demikian tanggapan manajemen dalam surat tersebut, Rabu (19/8/2026).

Manajemen juga menyatakan tidak memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi yang dikabarkan. Perseroan juga tidak mengetahui porsi saham yang akan dialihkan ataupun nilai transaksi dalam rencana akuisisi tersebut.

Meski demikian, pemegang saham pengendali BYAN telah menyampaikan kepada manajemen bahwa dari waktu ke waktu mereka dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan.

Manajemen menegaskan belum terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh perseroan sehingga tidak dapat memberikan penjelasan mengenai dampaknya terhadap pengendalian perusahaan.

Perseroan juga menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan BYAN terkait informasi tersebut.

Adapun rumor pasar tersebut menyebut Haji Isam bakal mengambil alih sekitar 62,2% saham BYAN.

Berdasarkan data perusahaan, jumlah saham BYAN mencapai 33.333.335.000 saham.

Jika 62,2% saham tersebut dihitung menggunakan harga penutupan BYAN pada perdagangan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17.275 per saham, maka jumlah saham yang perlu dibeli sekitar 20,73 miliar saham.

Dengan demikian, secara matematis nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp358,17 triliun.

Nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan harga pasar dan bukan nilai transaksi akuisisi yang sebenarnya. Jika transaksi benar-benar dilakukan untuk mengambil alih blok pengendali, harga yang disepakati dapat berbeda dari harga pasar.

Sebagai gambaran, laporan kepemilikan saham BYAN per 31 Juli 2026 menunjukkan Dato' Low Tuck Kwong menguasai 40,251% saham, sementara Elaine Low menguasai 22,002%. Jika digabungkan, kepemilikan keduanya mencapai sekitar 62,253%, sangat dekat dengan angka 62,2% yang muncul dalam rumor tersebut.

Rumor akuisisi tersebut sebelumnya turut mendorong pergerakan saham BYAN. Pada perdagangan 18 Agustus 2026, saham BYAN ditutup di Rp17.275, naik 19,97% dalam sehari.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |