Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
22 February 2026 13:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan-perusahaan terbesar dunia sedang duduk di atas gunungan kas. TradingView per 11 Februari 2026 memperlihatkan 50 korporasi global dengan cadangan kas dan surat berharga jangka pendek terbesar menguasai likuiditas dalam jumlah yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Pos yang dihitung mencakup uang tunai dan instrumen jangka pendek seperti surat utang pemerintah dengan tenor kurang dari satu tahun. Dana ini menjadi bahan bakar operasi sekaligus bantalan saat ekonomi bergerak tak menentu.
Di puncak berdiri Berkshire Hathaway dengan kas sekitar US$381,7 miliar. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan milik investor legendaris Warren Buffett. Jaraknya dengan perusahaan lain sangat lebar. Simpanan dana likuid Berkshire bahkan lebih besar dibandingkan gabungan kas Microsoft, Alphabet, dan Amazon.
Berkshire mengumpulkan kas dalam kecepatan yang tidak biasa. Selama 12 kuartal berturut-turut perusahaan tercatat lebih banyak menjual saham dibanding membeli. Likuiditas diparkir di surat utang pemerintah Amerika Serikat berjangka pendek.
Proporsi kas mencapai sekitar 31% dari total aset. Level setinggi ini jarang terjadi dalam sejarah perusahaan. Pola tersebut biasanya muncul ketika manajemen menahan ekspansi sambil menunggu harga aset turun.
Setelah Berkshire, ada raksasa sektor keuangan. CITIC Limited menyimpan sekitar US$171,5 miliar sementara Daiwa Securities Group memegang sekitar US$131,4 miliar. Secara keseluruhan sektor jasa keuangan menguasai cadangan kas terbesar di antara perusahaan-perusahaan global. Totalnya mencapai sekitar US$1,2 triliun. Aturan modal membuat lembaga keuangan harus menjaga cadangan likuid besar agar tetap stabil saat terjadi tekanan pasar.
Dominasi sektor ini terlihat jelas di daftar perusahaan dengan kas terbesar. Belasan perusahaan berasal dari industri perbankan dan sekuritas. Struktur neraca lembaga keuangan memang bergantung pada aset yang mudah dicairkan. Likuiditas tinggi menjadi syarat bertahan dalam situasi penarikan dana besar atau gejolak pasar obligasi.
Kelompok teknologi mengisi posisi berikutnya. Selain Alphabet dan Amazon, daftar tersebut memuat Meta Platforms, Apple, NVIDIA, serta Tencent. Tujuh perusahaan teknologi terbesar mengumpulkan kas sekitar US$597 miliar. Skala bisnis digital menghasilkan arus kas besar dalam waktu cepat karena tambahan pendapatan tidak selalu diikuti kenaikan biaya yang sebanding.
Kas besar memberi ruang ekspansi ketika peluang muncul. Akuisisi perusahaan rintisan teknologi biasanya dibiayai dari cadangan ini. Dana likuid juga dipakai untuk menjaga fleksibilitas keuangan ketika kondisi global berubah mendadak. Risiko perang dagang, konflik geopolitik, dan perubahan kebijakan suku bunga menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan kas.
Menariknya, pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan yang memakan biaya besar tidak langsung menggerus simpanan kas perusahaan teknologi. Banyak proyek didanai melalui penerbitan obligasi. Lingkungan suku bunga yang masih bisa diakses membuat utang menjadi pilihan sumber pembiayaan. Kas tetap dijaga dalam jumlah besar sebagai penyangga neraca.
Fenomena penumpukan kas memperlihatkan sikap dunia usaha terhadap ekonomi global. Likuiditas tinggi memberi perlindungan ketika pertumbuhan melambat. Pada saat yang sama, kas besar sering muncul ketika perusahaan memilih menunggu momentum investasi berikutnya. Di pasar keuangan global, gunungan kas sering menjadi tanda bahwa pemain besar sedang bersiap bergerak ketika harga aset mulai turun.
CNBC Indonesia Research
(emb/luc)

2 hours ago
4
















































