Chat Pribadi V BTS Dipakai di Sidang HYBE vs Min Hee-jin

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Percakapan pribadi member BTS, V, di aplikasi KakaoTalk digunakan sebagai barang bukti dalam persidangan antara HYBE dan mantan CEO ADOR, Min Hee-jin. V pun akhirnya angkat suara.

Idol benama asli Kim Tae-hyung itu menyampaikan pernyataannya pada 20 Februari 2026 melalui Instagram Stories, setelah isi percakapannya dengan Min Hee-jin diajukan dalam sengketa hukum melawan HYBE. Ia menegaskan, percakapan tersebut bersifat pribadi dan tidak dimaksudkan untuk memihak pihak mana pun.

"Itu adalah bagian dari percakapan pribadi sehari-hari yang saya lakukan dengan rasa empati karena dia adalah seseorang yang saya kenal. Saya sama sekali tidak memiliki niat untuk berpihak pada salah satu pihak," kata V dikutip pada Jumat (20/2/2026).

Sebelumnya, pada 12 Februari, Divisi Perdata 31 Seoul Central District Court memutuskan gugatan yang diajukan Min Hee-jin terhadap HYBE terkait pembayaran transaksi saham. Pengadilan menyatakan, pelaksanaan hak put option oleh Min adalah sah dan memerintahkan HYBE membayar sekitar 25,5 miliar won kepadanya.

Dalam proses persidangan tersebut, pesan KakaoTalk antara V dan Min diterima sebagai salah satu bukti. Dalam salah satu pesan, V disebut menyinggung isu plagiarisme yang ramai diperbincangkan.

"Orang-orang selalu membicarakan plagiarisme, dan tidak pernah ada waktu ketika itu tidak muncul. Jadi ya, benar juga. Saya juga melihatnya dan berpikir, 'Ini memang terasa agak mirip,'" tulis V dalam pesan yang dilaporkan di persidangan, dikutip dari Maeil Business Newspaper.

Pesan tersebut juga disebut menyebut, Chairman HYBE Bang Si-hyuk menangani produksi album debut ILLIT. Setelah laporan itu beredar luas, V langsung menyampaikan sikapnya secara terbuka.

Ia menegaskan, percakapan tersebut bersifat pribadi dan tidak dimaksudkan untuk mendukung pihak mana pun dalam konflik hukum yang sedang berlangsung. V juga menyatakan keterkejutannya karena percakapan personal dapat digunakan sebagai bukti di pengadilan tanpa persetujuan darinya.

"Namun, saya sangat terkejut bahwa percakapan tersebut diajukan sebagai barang bukti tanpa persetujuan saya," kata V.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |