Daihatsu Bilang Pasar Otomotif RI Membaik, Sorot Efek Kenaikan BI Rate

14 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75% bisa berdampak pada sejumlah sektor, termasuk industri otomotif yang selama ini sangat bergantung pada pembiayaan kredit kendaraan.

Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 17-18 Juni 2026 memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Dalam waktu kurang dari satu bulan, bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali dengan total kenaikan mencapai 100 basis poin sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani menilai kenaikan suku bunga tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap penjualan kendaraan bermotor.

"Bisa jadi, sangat berpotensi. Tinggal kita lihat apakah hanya melihat rate-nya saja ataukah diberikan kemudahan bagi customer misalnya cicilan 8 tahun, walaupun persentasenya masih sedikit ya sekarang. Jadi diberi kemudahannya bukan saja pada saat dia membayar tapi pada kemampuannya, diperpanjang masa pembayarannya," kata Agung kepada CNBC Indonesia, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, fleksibilitas tenor kredit dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga daya beli konsumen ketika biaya pinjaman mengalami kenaikan. Skema pembiayaan yang lebih panjang dinilai mampu membantu konsumen menyesuaikan kemampuan pembayaran tanpa harus menunda pembelian kendaraan.

Meski demikian, implementasi kenaikan suku bunga ke kredit kendaraan tidak selalu berlangsung serentak karena setiap perusahaan pembiayaan memiliki struktur pendanaan yang berbeda.

"Karena itu dilakukan oleh leasing company, leasing company itu source dari funding-nya berbeda-beda. Jadi biasanya mereka masih punya kecukupan ya, lending rate-nya belum tentu dari domestik soalnya. Tapi ada beberapa yang dari domestik. Jadi pasti mereka punya perhitungan sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan sulit memperkirakan kapan kenaikan BI Rate akan sepenuhnya tercermin pada bunga kredit kendaraan. Keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan masing-masing perusahaan pembiayaan sesuai kondisi likuiditas dan sumber pendanaan yang dimiliki.

"Berapa lamanya saya tidak tahu pasti, saya tidak bisa menjawab berapa lamanya," katanya.

Di tengah kenaikan suku bunga, pergerakan nilai tukar rupiah yang mulai membaik turut menjadi perhatian pelaku industri. Namun, kondisi pasar otomotif disebut tidak hanya dipengaruhi oleh dua faktor tersebut.

"Kalau pasar saat ini sebenarnya kan daya beli itu tidak melulu ditentukan oleh exchange rate atau BI Rate. Jadi banyak faktor sebenarnya. Dan tidak berbicaranya short term, maksudnya short term itu truly critical sebulan terus hari itu juga langsung jelek ya, tidak seperti itu. Jadi kondisinya kalau secara market dibandingkan tahun lalu membaik ya. Dibandingkan tahun lalu membaik, angkanya itu meningkat sekitar 9-10%," pungkas Agung.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |