Danantara akan Rombak Total Hotel Sultan, Gedung Bakal Dirobohkan

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani memberkan rencana pengelolaan Hotel Sultan, yang berada di Kawasan Blok 15 Kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Kawasan ini menjadi sengketa karena perebutan hak pengelolaan antara pemerintah dah PT Indobuildco.

Rosan menjelaskan bahwa rencananya pengelolaan Hotel Sultan dan Kawasan Blok 15 akan dikelola oleh perusahaan plat merah, baik Injourney maupun The Meru. Rencana itu akan dilakukan ketika persoalan sengketa sudah selesai di Kementerian Sekretariat Negara.

"Ya tentunya pengelolaan kita akan bisa pakai Injourney, Meru. Merukan sangat baik ya. Mungkin itu rencananya," kata Rosan, kepada wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026).

Rosan menerangkan bahwa nantinya kawasan GBK termasuk Hotel Sultan akan menjadi ikon baru Indonesia, sehingga akan ada perombakan desain secara keseluruhan. Dia juga menyebut lapangan golf hingga area GBK yang total luasannya mencapai 200 hektare termasuk yang akan dikembangkan. Untuk itu tidak menutup kemungkinan Hotel yang didirikan dari tahun 70an itu akan dirobohkan.

"Ya pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (dirobohkan)," kata Rosan.

"Eventually ya," saat ditegaskan kembali.

Pasalnya konsep besar sudah disiapkan pemerintah pada kawasan itu. Rosan mengatakan, Presiden menginginkan kawasan GBK ini menjadi ikon baru Indonesia, yang memberikan dampak nyata kepada perekonomian hingga rakyat Indonesia.

Dia menyebut bahwa konsep yang akan diusung kemungkinan adalah sport tourism, karena kegiatan olah raga yang sudah terbentuk di kawasan GBK. Hanya saja semua hal itu akan ditingkatkan.

"Kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM menegaskan bahwa potensi pariwisata di Indonesia sangat besar. Namun perlu, dikembangkan dari sisi kenyamanan, logistik, transportasi, aksesbilitas, kebersihan dan lainnya.

Untuk itu Danantara akan berperan aktif untuk melihat destinasi-destinasi baru untuk pariwisata. Terlebih saat ini, jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia masih kalah dari negara tetangga seperti Malaysia , Thailand, Singapura. Pemerintah juga berkeinginan untuk meningkatkan rerata pengeluaran wisatwan yang berada di Indpnesia.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |